Paul Rudd tampil tanpa ruang eksplorasi.
Jack Black memainkan gaya khasnya, tapi tak banyak membantu.
Steve Zahn hadir sebagai karakter yang terlalu karikatural.
Thandiwe Newton pun terasa seperti penumpang yang lupa diberi peran berarti.
Tak satu pun mampu menyelamatkan film yang kehabisan tenaga jauh sebelum garis akhir.
Bahkan pilihan musik dari Credence Clearwater Revival, Motley Crue, hingga AC/DC terasa asing dan tak menyatu.
Ular Berganti Kulit, Tapi Kehilangan Bisaannya
Reboot Anaconda mungkin datang dengan niat nostalgia dan kesadaran diri.
Namun tanpa cerita solid dan komedi yang benar-benar menggigit, film ini hanya jadi pengingat bahwa tak semua legenda perlu dibangunkan kembali.***
Artikel Terkait
Film TIMUR Sisihkan Keuntungan Tiket untuk Korban Banjir Sumatera, Raffi Ahmad: Kita Mungkin Tak Sedarah, Tapi Bersaudara
Raffi Ahmad dan Film TIMUR Salurkan Hasil Tiket untuk Korban Bencana Sumatera, Wujud Nyata Kepedulian Perfilman Indonesia
Rekomendasi 10 Film Bioskop untuk Temani Libur Natal dan Tahun Baru, Lengkap dengan Sinopsis
Janur Ireng Tayang Hari Ini 24 Desember, Prekuel dari Film Horor Sewu Dino
Libur Akhir Tahun Makin Seru: Deretan Film Baru Siap Temani Natal 2025 dan Tahun Baru 2026
Dari Komedi hingga Horor, Ini 10 Film Korea dengan Penonton Terbanyak 2025
Home Alone, Film Ikonik Teman Libur Natal Sepanjang Masa, Dari Kevin McCallister hingga Era Reboot
Kaleidoskop Film Indonesia 2025, Ini Daftar Film Terlaris Tembus Jutaan Penonton di Bioskop
Review Film Avatar: Fire and Ash dengan Konflik Moral yang Lebih Kompleks
Rekor Baru Agak Laen: Menyala Pantiku!, Lampaui Film Pertama dengan 9,2 Juta Penonton