Mengapa Film Horor Shutter Bikin Penasaran dan Ditunggu Banyak Orang? 

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Senin, 27 Oktober 2025 | 06:05 WIB
Mengapa Film Horor Shutter Bikin Penasaran dan Ditunggu Banyak Orang?  (Falcon Pictures)
Mengapa Film Horor Shutter Bikin Penasaran dan Ditunggu Banyak Orang?  (Falcon Pictures)

Pia yang penasaran mulai menyelidiki siapa sosok perempuan itu sebenarnya. Hingga akhirnya pencariannya mengungkap rahasia kelam masa lalu Darwin  yang seharusnya tidak pernah muncul.

“Rasa takut dalam Shutter bukan cuma datang dari hantu, tapi dari kenyataan pahit yang sering kita abaikan,” ujar sutradara Herwin Novianto.

Baca Juga: Daftar Nominasi Piala Citra FFI 2025: Film Pengepungan di Bukit Duri dan The Shadow Strays Mendominasi

Horor yang Menggugah Empati

Dibanding versi Thailand yang lebih menonjolkan kejutan visual dan misteri, Shutter versi Indonesia lebih menekankan pada aspek psikologis dan moral.

Herwin mengembangkan karakter perempuan yang menjadi pusat teror agar penonton bisa memahami penderitaan dan kemarahannya, bukan sekadar takut padanya.

“Di film ini, kami menggali lebih dalam karakter korban. Kami ingin penonton berempati, bukan cuma menjerit,” kata Herwin.

Tema rasa bersalah dan penebusan dosa menjadi inti cerita. Setiap keputusan yang diambil para tokohnya membawa konsekuensi mengerikan, seolah mengingatkan bahwa perbuatan jahat tidak akan pernah benar-benar hilang.

“Kami ingin Shutter jadi film horor yang bermakna, bahwa setiap tindakan sekecil apa pun bisa meninggalkan jejak,” ujarnya.

Baca Juga: Film Horor Black Phone 2 Tayang di Bioskop, Ini Link Beli Tiketnya 

Sinematografi dan Atmosfer Mencekam

Sebagai sutradara yang dikenal lewat karya berkarakter kuat, Herwin Novianto menghadirkan visual yang sinematik dan atmosfer yang kelam.

Penggunaan pencahayaan redup, warna dingin, serta efek suara yang menegangkan berhasil membangun nuansa gelap yang khas.

Kualitas akting para pemeran juga menjadi daya tarik tersendiri. Selain mereka, Shutter juga dibintangi Donny Alamsyah dan Niken Anjani.

Kolaborasi Falcon Pictures dan GDH

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X