Webtoon The Elementary School Student I Love Viral, Tapi Diprotes di Korea, Mengapa?

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Kamis, 3 Juli 2025 | 21:42 WIB
Webtoon The Elementary School Student I Love Viral, Tapi Diprotes di Korea, Mengapa? (Courtesy of an online community)
Webtoon The Elementary School Student I Love Viral, Tapi Diprotes di Korea, Mengapa? (Courtesy of an online community)

TITIKTEMU.CO - Webtoon Korea The Elementary School Student I Love sedang viral di media sosial. Tidak hanya viral, webtoon ini juga memicu protes besar, terutama dari kalangan pendidikan di Korea Selatan.

Banyak pihak mengecam keras karena cerita dalam webtoon ini dianggap menormalisasi hubungan yang tidak pantas antara guru dan murid. Seperti apa cerita webtoon yang lagi ramai ini?  

Webtoon The Elementary School Student I Love atau The Elementary School Student That I Love, ditulis Brazier. Serial ini pertama kali dirilis 2015 di platform Lezhin Comics di bawah penerbit C&C Revolution.

Baca Juga: Diadaptasi Jadi Drakor, Ini Link Baca Webtoon Spirit Fingers Sub Indo Lengkap dengan Sinopsis  

Webtoon tersebut diproduksi selama lima tahun, mulai dari 2015 hingga 2020. Kisahnya menarik banyak pembaca, meskipun jalan ceritanya sudah menimbulkan kontroversi sejak awal.

Naskah webtoon ini dilaporkan sudah dijual ke sebuah studio produksi, dan akan diadaptasi menjadi drakor. Namun, masyarakat  keburu menyoroti karena cerita dianggap melanggar norma sosial dan etika pendidikan.

Mengapa webtoon ini mendapat kecaman besar? Cerita The Elementary School Student I Love mengangkat kisah romansa antara guru wanita berusia 24 tahun dengan murid sekolah dasar yang berusia 12 tahun.

Baca Juga: Parasite Film Terbaik Abad ke 21 Versi The New York Times, Ini Daftar Pemenang Lengkapnya 

Kisah cinta yang mengusung hubungan tidak wajar ini dianggap sangat berbahaya, dan dapat memberikan dampak negatif pada masyarakat, terutama anak-anak dan remaja.

Dilansir dari The Korea Herald, Federasi Asosiasi Guru Korea (KFTA) paling keras menentang cerita ini. KFTA menilai ada eksplotasi anak, dan menjadikan anak-anak sebagai objek seksual dengan dalih kreativitas dan karya seni.

“Mengingat potensi dampak serius yang dapat merusak lingkungan sosial dan pendidikan, serta mendorong kekerasan terhadap anak-anak dan remaja, kami mendesak agar produksi dramanya segera dihentikan," tulis KFTA.

Baca Juga: Squid Game Lanjut ke Season 4? Ini Jawaban Sutradara Hwang Dong Hyuk 

KFTA menekankan bahwa hubungan romantis antara orang dewasa dan anak di bawah umur bukanlah bentuk romansa atau fantasi yang bisa dibenarkan. Mereka menilai cerita ini mengarah pada praktik eksploitasi anak-anak.

Selain itu, normalisasi kisah seperti ini dikhawatirkan membuat masyarakat menjadi kurang peka terhadap bahaya pelecehan. Jika diadaptasi menjadi drakor, cerita seperti ini akan dianggap sebagai kewajaran.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X