Film The Patriot, Mel Gibson Memimpin Pasukan Kolonial Melawan Inggris

photo author
AB Soleh, TitikTemu.co
- Kamis, 15 Agustus 2024 | 14:05 WIB
Film The Patriot
Film The Patriot

TITIKTEMU.CO, Bioskop Trans TV Kamis (15/8) akan memutarkan film  perang epik rakyat Amerika Serikat, The Patriot. Film ini mengambil setting tahun 1776 saat milisi kolonial berperan selama Revolusi Amerika.

Selain Francis Marion, alias The Swamp Fox, karakter Mel Gibson juga didasarkan pada kehidupan pemimpin milisi Carolina Selatan, Jenderal Andrew Pickens. Pickens kehilangan harta miliknya dan kehilangan seorang putra, sebelum ia kembali beraksi dan memimpin pasukan milisi di Cowpens.

Keakuratan historis kostum dan latar diawasi oleh Smithsonian Institution. Ini adalah pertama kalinya Lembaga tersebut bekerja langsung pada produksi film.

Baca Juga: Sinopsis Film Beyond Skyline, Iko Uwais Dan Yayan Ruhian Menggebrak Indonesia

Semua orang dalam pertempuran harus menjalani pelatihan intensif selama dua minggu sebelum syuting dimulai. Gerakan pertarungan jarak dekat merupakan gerakan asli pada masa itu, dan masih digunakan oleh militer hingga saat ini.

Sinopsis Film The Patriot

 

 

Saat itu tahun 1776 di Carolina Selatan pada masa kolonial. Benjamin Martin (Mel Gibson), seorang pahlawan perang Prancis-Indian yang dihantui oleh masa lalunya, kini tidak menginginkan apa pun selain hidup damai di perkebunan kecilnya, dan tidak ingin terlibat dalam perang dengan negara paling kuat di dunia, Inggris Raya.

Sementara itu, kedua putra tertuanya, Gabriel (Heath Ledger) dan Thomas (Gregory Smith), tidak sabar untuk mendaftar di "Tentara Kontinental" yang baru dibentuk. Ketika Carolina Selatan memutuskan untuk bergabung dalam pemberontakan melawan Inggris, Gabriel segera mendaftar untuk berperang...tanpa izin ayahnya.

Baca Juga: Sinopsis Film Elysium, Kalau Matt Damon Dan Jodie Foster Membuat Kesetaraan

Namun ketika Kolonel William Tavington (Jason Isaacs), prajurit Inggris, yang terkenal karena taktiknya yang brutal, datang dan membakar Perkebunan Martin hingga rata dengan tanah, tragedi pun terjadi.

Ia berubah pikiran ketika rumahnya dibakar dan salah satu anaknya dibunuh oleh komandan Green Dragoon yang biadab, Kolonel Tavington. Dengan cepat menyadari bahwa taktik perang tradisional abad ke-18 tidak akan berhasil, Martin mengorganisasi milisi menjadi unit gerilya untuk mengganggu pasukan Cornwallis cukup lama hingga Prancis dapat datang.

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: AB Soleh

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X