Sejak saat itu, kawasan ini perlahan - lahan mulai ramai dipadati oleh para karyawan yang perusahaannya menyewa Wisma 76 sebagai gedung kantor mereka. Berbagai cafe dan restoran pun mulai bermunculan seiring dengan bertambahnya tingkat okupansi di kawasan ini.
Tidak hanya Wisma 76, pada tahun 2011 kawasan ini semakin ramai dengan adanya Grand Slipi Tower, yang luasnya nyaris 4x lipat dibanding pendahulunya. Bangunan ini memiliki luas tidak kurang dari 56.687 meter persegi dengan 49 lantai dan 8 lift.
Baca Juga: Mau Kuliah Di Al Azhar Mesir, Ini Caranya Daftar
Baca Juga: Ada Beasiswa Untuk Kuliah Di Maroko, Yuk Ikut !
Dengan adanya gedung - gedung kantor ini, menjadikan Slipi sebagai salah satu kawasan bisnis tersibuk di Jakarta.
Tidak hanya digunakan sebagai pusat perkantoran, Grand Slipi Tower juga menyediakan fasilitas yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan lain, seperti convention hall yang dapat dialih fungsikan menjadi wedding hall.
Tidak tanggung - tanggung, bahkan Grand Slipi Tower juga menyediakan all-in-one package untuk pesta pernikahan, meliputi dekorasi gedung hingga catering.
Baca Juga: DONGENG 'MEMEDI SAWAH' oleh Trias Kuncahyono
Sebelum memilih kawasan ini sebagai lokasi kantor perusahaan, ada baiknya mempertimbangkan beberapa hal seperti fasilitas, transportasi yang tersedia dan akomodasi yang mungkin diperlukan oleh para penyewa gedung. Karena tak jarang, para karyawan yang kerap kali lembur atau malas menghadapi kemacetan tidak berujung di kawasan ini memilih untuk mencari tempat bermalam yang nyaman untuk beristirahat. Beruntungnya daerah ini sudah dilengkapi dengan adanya akomodasi yang berlokasi tepat di jantung kawasan seperti Kimaya Slipi Jakarta.
Baca Juga: Kesempatan PendaftaranUM-PTKIN Diperpanjang Sampai 18 Mei
Selain fungsi utamanya sebagai tempat beristirahat di kala penat, teman - teman juga dapat merayakan moment - moment spesial bersama rekan kantor atau menemui client - client penting di Le Bistro atau Coconut Club & Onyx Lounge & Bar yang ada di hotel ini.***