TITIKTEMU.CO-Punya gaji belasan juta tetapi masih ingin membeli hunian dekat pusat transportasi Jakarta? Jangan buru-buru merasa tidak memenuhi syarat. Rusun MBR Manggarai memang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, tetapi pemerintah sudah menetapkan batas penghasilan berdasarkan status calon pembeli.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui KAI Properti tengah mengembangkan hunian MBR yang lokasinya berada tepat di sekitar Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan. Proyek tersebut dirancang dalam delapan tower dengan total 3.784 unit.
Lokasinya menarik karena penghuni nantinya bisa tinggal dekat salah satu simpul transportasi penting Jakarta. Namun, karena statusnya sebagai hunian MBR, tidak semua orang bebas membeli unit tersebut.
Baca Juga: Desil Tak Sesuai Kondisi Ekonomi? Begini Cara Memperbarui Data DTSEN Lewat HP
Berapa Gaji Maksimal Pembeli Rusun MBR Manggarai?
Aturan mengenai batas penghasilan MBR tercantum dalam Peraturan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Nomor 5 Tahun 2025.
Dalam aturan tersebut, wilayah DKI Jakarta dan kawasan Jabodetabek masuk zona 4. Untuk zona ini, batas penghasilan calon pembeli MBR ditetapkan berdasarkan status pernikahan.
Masyarakat yang belum menikah dapat memiliki penghasilan maksimal Rp12 juta per bulan. Sementara untuk masyarakat yang sudah menikah, batas penghasilannya mencapai Rp14 juta per bulan.
Baca Juga: UFC Shanghai 2026: Jadwal dan Link Live Streaming, Ada Umar Nurmagomedov vs Song Yadong
Khusus peserta Tapera, batas penghasilan yang ditetapkan juga berada di angka maksimal Rp14 juta.
Jadi, seseorang dengan gaji Rp13 juta belum tentu otomatis gugur. Status pernikahan ikut menentukan apakah penghasilannya masih berada dalam batas MBR atau tidak.
Maraya Residences Mulai Rp294 Juta
Salah satu proyek hunian yang berada di kawasan tersebut adalah Maraya Residences, bagian dari pengembangan di Blok G.
Maraya Residences terdiri atas tiga tower dengan total 1.276 unit. Tower A memiliki 352 unit, Tower B sebanyak 418 unit, sedangkan Tower C menyediakan 506 unit.