Yang membuat situasinya semakin berat, pembayaran unit tersebut bahkan sudah lunas sejak 2022. Tomy mengaku berulang kali meminta kepastian jadwal serah terima, tetapi tanggal yang diberikan terus berubah.
Pengalaman serupa dialami Esthi. Ia membeli dua unit LRT City, masing-masing tipe studio dan dua kamar tidur, dengan pembiayaan melalui kredit bank. Sejak Mei 2021, ia harus membayar cicilan sekitar Rp18 juta setiap bulan meski unit yang dibelinya belum bisa ditempati.
Bagi Esthi, pembelian itu bukan sekadar urusan investasi. Ia berharap apartemen tersebut bisa menjadi aset untuk empat anaknya kelak.
Baca Juga: Download FF Mod Kipas Beta Testing 2026 V3: Ketahui Fakta Penting untuk Pemain Free Fire
Kini, konsumen hanya dihadapkan pada dua harapan: proyek LRT City kembali berjalan sampai selesai atau dana pembelian mereka dikembalikan. Namun, kondisi keuangan ADCP membuat opsi refund juga bukan perkara sederhana.
Di titik ini, LRT City bukan lagi sekadar cerita tentang gedung yang belum selesai. Bagi para pembelinya, ini adalah cerita tentang uang yang sudah keluar, cicilan yang terus berjalan, dan janji serah terima yang tak kunjung menemukan tanggal nyata.***