ekonomi

Gen Z Mau Beli Rumah di Usia 25, Realistis atau Cuma Delusi? Ini Hitungannya!

Kamis, 30 April 2026 | 21:22 WIB
Ilustrasi Gen Z ingin beli rumah usia 25? (Desain AI )

TITIKTEMU.CO - Beli rumah di usia 25 kini jadi impian banyak Gen Z. Di media sosial, banyak konten yang menampilkan anak muda sudah punya rumah, kendaraan, dan hidup mapan sebelum usia 30. Hal ini membuat banyak orang bertanya, apakah membeli rumah di usia 25 itu realistis atau hanya tekanan sosial?

Jawabannya bisa realistis, tetapi tidak untuk semua orang. Kondisi ekonomi sekarang jauh berbeda dibanding generasi sebelumnya. Harga properti naik cepat, bunga kredit tinggi, dan biaya hidup terus bertambah. Karena itu, membeli rumah muda bukan sekadar soal niat, tetapi soal hitungan yang masuk akal.

Mari lihat gambaran sederhananya. Jika harga rumah Rp500 juta dan uang muka 15%, maka kamu perlu menyiapkan sekitar Rp75 juta belum termasuk biaya notaris, pajak, dan administrasi lain. Artinya, dana awal bisa mendekati Rp100 juta. Bagi banyak usia 25 tahun, angka ini tentu tidak kecil.

Baca Juga: UTBK 2026 Berakhir Kapan? Ini Tanggal Terakhir Tes yang Wajib Diketahui Calon Mahasiswa

Jika gaji Rp7 juta per bulan, menabung Rp2 juta secara rutin berarti butuh lebih dari empat tahun untuk mengejar dana awal tersebut. Itu pun jika tidak ada kebutuhan mendadak, cicilan lain, atau pengeluaran tambahan. Inilah alasan banyak Gen Z merasa target beli rumah terasa berat.

Namun bukan berarti mustahil. Ada Gen Z yang bisa membeli rumah muda karena pendapatan tinggi, bisnis sampingan, bantuan keluarga, atau tinggal di kota dengan harga properti lebih terjangkau. Jadi, jangan membandingkan perjalananmu dengan orang lain tanpa melihat kondisi lengkapnya.

Masalah terbesar sering bukan gaji kecil, tetapi strategi yang salah. Banyak orang memaksa membeli rumah besar di lokasi premium sebagai rumah pertama. Padahal pilihan realistis bisa dimulai dari rumah kecil, apartemen sederhana, atau lokasi penyangga kota besar.

Baca Juga: Bukan Cuma Uang, Sekarang Orang Mulai Investasi pada Otak: Inilah Konsep “Brain Wealth”

Strategi lain yang lebih masuk akal adalah fokus menaikkan penghasilan lebih dulu. Skill baru, freelance, bisnis sampingan, atau pindah kerja dengan gaji lebih baik bisa memberi dampak besar. Menambah pemasukan sering lebih cepat daripada hanya menghemat terus-menerus.

Selain itu, penting juga punya dana darurat sebelum ambil KPR. Jangan sampai seluruh tabungan habis hanya demi DP rumah. Rumah memang aset penting, tetapi kestabilan keuangan tetap prioritas utama.

Jika usia 25 belum mampu beli rumah, itu bukan kegagalan. Banyak orang membeli rumah pertama di usia 30-an bahkan 40-an dan tetap baik-baik saja. Kesuksesan finansial bukan lomba cepat-cepat, tetapi soal keputusan yang sehat dan berkelanjutan.

Baca Juga: FOMO Investasi? Ini Panduan Masuk Pasar Saham untuk Pemula yang Gak Mau Rugi

Gen Z juga perlu memahami bahwa menyewa tempat tinggal sementara bukan aib. Dalam beberapa kondisi, kontrak atau sewa justru lebih fleksibel sambil menunggu kondisi keuangan matang. Yang penting, uang tetap dikelola dengan tujuan jelas.

Jadi, beli rumah di usia 25 bisa realistis bagi sebagian orang, tetapi bukan standar wajib untuk semua Gen Z. Fokuslah pada kemampuan finansial, bukan gengsi sosial. Rumah impian akan terasa lebih nyaman jika dibeli dengan tenang, bukan dengan tekanan.

Halaman:

Tags

Terkini