ekonomi

Konflik Timur Tengah Memanas, Investor Disarankan Diversifikasi Aset Safe Haven

Minggu, 8 Maret 2026 | 18:10 WIB
Konflik Timur Tengah Memanas, Investor Disarankan Diversifikasi Aset Safe Haven. (Titiktemu.co)

TITIKTEMU.CO - Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali meningkat dan memicu kekhawatiran di pasar keuangan global.

Situasi ini membuat banyak investor mulai melirik aset safe haven sebagai langkah perlindungan terhadap ketidakpastian ekonomi dan politik dunia.

Aset safe haven adalah instrumen investasi yang dianggap relatif stabil saat pasar bergejolak. Beberapa instrumen yang kerap menjadi pilihan seperti emas, dolar Amerika Serikat, yen Jepang, dan franc Swiss.

Baca Juga: Peta Konflik Timur Tengah Memanas, Ini Dampak Perang AS–Israel vs Iran di Negara Teluk 

Data dari Trading Economics menunjukkan harga emas mengalami kenaikan signifikan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik tersebut.

Pada penutupan pasar spot Jumat 6  Maret 2026, harga emas tercatat naik 1,47 persen menjadi sekitar US$ 5.158,89 per ons troi dibandingkan dengan hari sebelumnya.

Kenaikan harga emas ini mencerminkan meningkatnya permintaan investor terhadap aset yang dianggap lebih aman saat kondisi global tidak stabil.

Baca Juga: Konflik Timur Tengah, 35 Penerbangan Internasional di Bandara Ngurah Rai Bali Dibatalkan 

Dolar AS Ikut Menguat

Selain emas, mata uang dolar Amerika Serikat juga menunjukkan penguatan di pasar global. Indeks dolar AS atau US Dollar Index (DXY) berada di level 98,98, menguat sekitar 2,24 persen dalam satu bulan terakhir.

Penguatan dolar biasanya terjadi ketika investor global mencari aset yang dinilai lebih aman dan likuid saat risiko pasar meningkat.

Di pasar valuta asing, pasangan mata uang USD/JPY juga mengalami penguatan. Nilainya tercatat berada di sekitar 157,8, naik sekitar 1,26 persen dalam sebulan.

Sementara itu, pasangan mata uang USD/CHF juga menguat sekitar 1,28 persen dan berada di level 0,77.

Pergerakan ini menunjukkan bahwa investor global mulai memindahkan dana ke mata uang yang dianggap lebih stabil.

Halaman:

Tags

Terkini