TITIKTEMU.CO - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan awal pekan dengan performa impresif.
Pada Senin 23 Februari 2026, IHSG berakhir di level 8.396,082 atau naik 124,3 poin setara 1,50 persen dibandingkan posisi akhir pekan lalu di 8.271,767.
Kenaikan ini menjadi sinyal positif bagi pasar modal Indonesia setelah sempat bergerak fluktuatif dalam beberapa sesi sebelumnya.
Baca Juga: Rupiah Menguat ke Rp 16.802 per Dolar AS, Isu Tarif Global dan Sinyal The Fed Bayangi Pasar
Mayoritas Saham di Zona Hijau
Data perdagangan menunjukkan mayoritas saham berada di zona hijau. Sebanyak 468 saham mencatat penguatan, sementara 206 saham terkoreksi dan 142 lainnya stagnan.
Komposisi tersebut mencerminkan sentimen optimistis yang cukup merata di berbagai sektor.
Berdasarkan data RTI Business, aktivitas transaksi di bursa tergolong ramai. Volume perdagangan mencapai 49,3 miliar saham dengan frekuensi lebih dari 3 juta kali transaksi.
Nilai transaksi harian bahkan menyentuh Rp24 triliun, menandakan minat beli investor yang cukup solid sepanjang sesi perdagangan.
Baca Juga: 99 Prosen Produk AS Masuk RI Tanpa Tarif, Ancaman untuk UMKM atau Peluang Emas?
Kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) terdongkrak menjadi Rp15.185,49 triliun. Ini mencerminkan kenaikan harga saham secara agregat serta arus dana yang kembali masuk ke pasar saham domestik.
Secara sektoral, penguatan IHSG dipimpin sektor barang baku yang melonjak sekitar 3,2 persen. Sektor ini disorot karena didukung kenaikan harga komoditas global dan ekspektasi peningkatan permintaan industri.
Selain itu, sektor transportasi juga mencatat kenaikan signifikan sebesar 2,34 persen, seiring meningkatnya optimisme terhadap mobilitas dan distribusi logistik.
Sektor energi turut menyumbang sentimen positif dengan kenaikan 1,67 persen. Saham-saham energi mendapat dukungan dari pergerakan harga minyak dan batu bara yang relatif stabil.