ekonomi

IHSG Mendadak Berbalik Menguat, Saham Konglomerasi Bangkit di Tengah Isu MSCI

Rabu, 4 Februari 2026 | 17:30 WIB
IHSG Mendadak Berbalik Menguat, Saham Konglomerasi Bangkit di Tengah Isu MSCI. (ANTARA FOTO)

Investor masih menanti langkah konkret OJK dan BEI dalam menindaklanjuti rekomendasi MSCI agar kepercayaan pasar dapat kembali pulih.

Selain itu, isu terkait calon ketua OJK baru yang disebut berasal dari kalangan politisi DPR turut menambah ketidakpastian di pasar keuangan domestik.

Saham Top Gainers dan Top Losers

Seiring penguatan IHSG, sejumlah saham mencatat lonjakan tajam. PT Martina Berto Tbk (MBTO) melesat 34,51% ke Rp191, disusul PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) yang naik 34,31% ke Rp137.

Kemudian PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI) menguat 26,71% ke Rp185, dan PT Inter Delta Tbk (INTD) dan PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) mencatatkan kenaikan masing-masing 24,81% dan 24,42%.

Di sisi lain, tekanan dalam dialami PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) yang turun 15%, PT MD Entertainment Tbk (FILM) melemah 15%, dan PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM) terkoreksi 14,91%.

Baca Juga: IHSG Ambruk 2 Hari, Pejabat BEI-OJK Mundur Beruntun: Apa Sinyal Bahaya untuk Investor? 

Rekomendasi Saham Hari Ini

Analis BRI Danareksa Sekuritas memprediksi IHSG berpotensi menguji area resistance 8.297–8.408 pada perdagangan selanjutnya.

Sentimen pasar dinilai masih wait and see, namun peluang penguatan tetap terbuka seiring penguatan bursa Asia dan rebound harga komoditas.

Beberapa saham yang direkomendasikan antara lain:

PT Archi Indonesia Tbk (ARCI)

Didukung kenaikan harga emas global, ARCI direkomendasikan buy di kisaran Rp1.600–Rp1.700, dengan target Rp1.770–Rp1.955 dan stop loss di bawah Rp1.500.

PT Astra International Tbk (ASII)

ASII berpotensi menguji resistance Rp6.900, didukung sentimen buyback saham hingga Rp2 triliun. Jika tembus, target lanjutan berada di Rp7.200–Rp7.475.

Halaman:

Tags

Terkini