Purbaya menjelaskan bahwa belanja negara selama 2025 tidak hanya untuk angka-angka di laporan, tapi untuk program nyata yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan publik.
Beberapa program yang disebut antara lain:
- Makanan Bergizi Gratis (MBG)
- Pembinaan program Koperasi Desa (KUD)
- Paket stimulus 1 sampai 4 selama tahun 2025
Tujuannya jelas: menjaga daya beli masyarakat dan membuat dunia usaha tetap bergerak meski tekanan global meningkat.
Pernyataan itu disampaikan Purbaya dalam konferensi pers KSSK I di Gedung Djuanda Kemenkeu, Jakarta, pada Selasa (27/1/2026).
Yield SBN Turun, Sinyal Kepercayaan Investor Menguat
Dari sisi pasar keuangan, kabar baik juga datang dari pergerakan Surat Berharga Negara (SBN). Kinerja pasar SBN membaik, terlihat dari yield SBN 10 tahun yang turun ke level 6,41%.
Angka ini menurun cukup jauh dibanding posisi akhir tahun 2024 yang sempat berada di atas 7%. Penurunan yield ini sering dibaca sebagai sinyal bahwa kepercayaan investor terhadap tata kelola fiskal Indonesia masih kuat.
KSSK: Stabilitas Sistem Keuangan Tetap Terjaga
Sementara itu, KSSK menyampaikan bahwa stabilitas sistem keuangan Indonesia pada kuartal IV 2025 masih berada dalam kondisi aman dan terkendali.
Capaian ini disebut sebagai hasil dari koordinasi yang solid antara otoritas fiskal, moneter, dan sektor keuangan, terutama saat volatilitas pasar global meningkat pada awal 2026.
Perpanjangan stimulus ke 2026 menjadi sinyal bahwa pemerintah masih fokus menjaga keseimbangan: rakyat tetap terlindungi, pelaku usaha tetap bergerak, dan stabilitas keuangan tetap dijaga.
Dengan strategi APBN sebagai shock absorber, pemerintah berupaya memastikan tekanan global tidak langsung “menghantam” ekonomi domestik tanpa perlindungan.***