TITIKTEMU.CO - Tekanan di pasar saham melanda PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Harga saham bank swasta terbesar di Indonesia ini mengalami penurunan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Menyikapi kondisi tersebut, manajemen BCA mengambil langkah strategis dengan mengumumkan rencana pembelian kembali saham atau buyback saham BBCA dengan nilai maksimal mencapai Rp5 triliun.
Buyback saham juga diharapkan mampu menopang pergerakan harga saham BBCA sekaligus menjaga kepercayaan investor di tengah volatilitas pasar modal.
Baca Juga: Promo JSM Alfamart 30 Januari-1 Februari 2026, Diskon hingga 70 Persen
BCA Resmi Umumkan Rencana Buyback Saham
PT Bank Central Asia Tbk menyampaikan rencana aksi korporasi buyback saham melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Executive Vice President Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menjelaskan bahwa buyback dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasar modal Indonesia.
Menurut Hera, pembelian kembali saham ini juga bertujuan memberikan tingkat pengembalian yang lebih optimal bagi para pemegang saham.
Selain itu, langkah ini diharapkan dapat mencerminkan keyakinan manajemen terhadap kinerja dan prospek jangka panjang BCA.
“Pelaksanaan shares buyback ini bentuk komitmen Perseroan untuk terus mendukung kepercayaan investor dan menjaga stabilitas saham BCA di pasar,” ujar Hera dilansir dari Antara.
Baca Juga: Promo JSM Superindo 30 Januari - 1 Februari 2026, Minyak Goreng Murah hingga Popok Bayi Diskon Besar
Nilai Buyback Maksimal Rp5 Triliun
Rencananya, nilai buyback saham BBCA ditetapkan maksimal sebesar Rp5 triliun. Angka tersebut sudah termasuk biaya perantara pedagang efek serta biaya lain yang berkaitan dengan pelaksanaan buyback.
Manajemen BCA menegaskan jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 10 persen dari modal disetor Perseroan.