Kalau kamu memakai fasilitas rumah sakit atau klinik yang bukan rekanan, klaim cashless (langsung dibayar oleh asuransi) biasanya akan ditolak.
Ini sebabnya penting banget untuk ngecek dulu daftar rekanan penyedia layanan kesehatan di polismu.
Baca Juga: Flyover Jadi Panggung Politik: Bendera Parpol Menjamur di Jakarta, Estetika Kota Kena Imbasnya
5. Mengajukan Klaim Terlambat dari Batas Waktu
Polis asuransi biasanya punya batas waktu tertentu untuk mengajukan klaim setelah perawatan selesai.
Jika kamu terlambat mengurus klaim, perusahaan asuransi dapat menolak pengajuan itu karena melewati batas waktu yang sudah ditetapkan.
6. Klaim untuk Risiko yang Tidak Termasuk dalam Cakupan Polis
Tidak semua penyakit atau pengobatan ditanggung oleh setiap polis.
Misalnya beberapa polis dasar tidak menanggung penyakit tertentu, tindakan kecantikan medis, atau kondisi pre-existing jika belum diungkap saat pendaftaran.
Ini bisa membuat klaim ditolak meskipun kamu sudah rutin bayar premi selama bertahun-tahun.
Baca Juga: Bukan Sekadar Hadiah: KPK Resmi Ubah Aturan Gratifikasi 2026, Batas Wajar Ikut Naik!
7. Dokumen Klaim Tidak Lengkap atau Tidak Tepat
Tidak lengkapnya dokumen pendukung seperti hasil diagnosis, resep dokter, atau bukti pembayaran bisa membuat klaim berakhir di “kotak penolakan”.
Bahkan kesalahan penulisan kode medis yang benar pun bisa membuat sistem klaim ditolak.
Tips Supaya Klaimmu Lancar
- Baca polis secara rinci sebelum tanda tangan.
- Isi data dengan benar dan jujur saat pendaftaran.
- Cek daftar rumah sakit rekanan sebelum perawatan.
- Ajukan klaim tepat waktu dengan dokumen lengkap.
- Kalau ditolak, baca alasan penolakan dan ajukan banding jika perlu.
Asuransi kesehatan seharusnya jadi jaring pengaman finansial saat kita sakit atau butuh perawatan.