Sementara rumah komersil harganya sangat bervariasi, tergantung lokasi, akses, dan fasilitas. Semakin strategis lokasinya, semakin mahal harganya.
3. Tipe dan Ukuran Rumah
Rumah subsidi memiliki batasan tipe, umumnya maksimal tipe 36/60. Desainnya sederhana dan seragam.
Rumah komersil jauh lebih fleksibel, mulai dari tipe kecil hingga rumah besar dengan desain modern atau mewah.
4. Skema Cicilan
Cicilan rumah subsidi cenderung lebih ringan karena mendapat dukungan pemerintah. Untuk FLPP, cicilan bersifat flat hingga lunas dengan bunga tetap.
Rumah komersil biasanya menggunakan cicilan dengan bunga floating yang bisa berubah mengikuti kondisi ekonomi.
5. Bunga KPR
Bunga rumah subsidi sangat menarik karena flat sekitar 5 persen sampai lunas.
Sebaliknya, bunga rumah komersil mengikuti suku bunga acuan Bank Indonesia. Dalam jangka panjang, cicilannya bisa meningkat.
Untuk KPR syariah, rumah komersil menawarkan harga tetap hingga lunas, tetapi margin keuntungannya biasanya lebih tinggi dibanding subsidi.
6. Spesifikasi Bangunan
Rumah subsidi dibangun dengan spesifikasi minimum yang sudah ditentukan pemerintah.
Rumah komersil memiliki spesifikasi lebih beragam, dari standar hingga premium, tergantung harga dan pengembang.
7. Lokasi Rumah