ekonomi

BRI Berdayakan Lebih dari 42 Ribu Klaster Usaha, Memperkuat Ekonomi Kerakyatan Berbasis Komunitas

Jumat, 23 Januari 2026 | 11:20 WIB
BRI memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis komunitas dengan Kluster Usaha (BRI)

“Khususnya bagi pelaku usaha di sektor produksi yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah,” ungkap Ahmad Purwakajaya. 

Komitmen BRI dalam pendampingan UMKM

Melalui penguatan klaster, BRI tidak hanya menghubungkan pelaku usaha dengan akses permodalan, tetapi juga membangun ekosistem usaha yang memungkinkan terjadinya kolaborasi, peningkatan skala produksi, hingga penguatan daya saing di tingkat lokal.

Ahmad menjelaskan, BRI berkomitmen untuk mendampingi UMKM secara menyeluruh, mulai dari pembiayaan hingga penguatan kapasitas usaha. 

Baca Juga: Kain Indonesia by Shifara, UMKM Binaan BRI Ini Mampu Hidupkan Nafas Wastra Nusantara Lewat Koleksi Office Wear

“Pendampingan ini kami lakukan melalui pelatihan, peningkatan literasi keuangan, serta berbagai program pemberdayaan yang disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan masing-masing klaster. 

Dengan pendekatan tersebut, lanjut Ahmad, pihaknya berharap klaster usaha yang berhasil berkembang dapat menjadi referensi dan role model bagi UMKM di daerah lainnya.

Sejalan dengan penguatan klaster usaha, BRI juga terus memperluas inklusi keuangan di tingkat komunitas. 

Baca Juga: BMKG Peringatkan Angin Kencang Mengamuk di Laut Jabar, Gelombang Diprediksi Tembus 4 Meter

Dari lebih dari 480 ribu anggota klaster, sebanyak 87,7% pelaku kelompok usaha telah memiliki rekening di BRI dan rata-rata terhubung dengan akses pembiayaan BRI guna mendukung pengembangan usahanya.

Sebagai informasi, Klasterku Hidupku merupakan bagian dari strategi BRI dalam menaikkelaskan nasabah eksisting dan mendorong pertumbuhan usaha yang berkelanjutan. 

“Program ini melengkapi berbagai inisiatif pemberdayaan BRI lainnya, seperti Desa BRILiaN, Rumah BUMN, dan LinkUMKM, yang secara terpadu memperkuat peran BRI sebagai agent of development dalam mendukung UMKM dan ekonomi kerakyatan nasional,” pungkasnya. ***

Halaman:

Tags

Terkini