Ia menyarankan pembelian emas dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari strategi perlindungan nilai jangka panjang, bukan untuk mengejar keuntungan instan.
Namun, bagi investor jangka pendek, harga emas di level tertinggi justru menyimpan risiko besar. Perubahan sentimen global, seperti meredanya ketegangan geopolitik atau kebijakan suku bunga, berpotensi memicu koreksi harga secara cepat.
Sebaliknya, bagi investor yang telah membeli emas di harga rendah, kondisi ini dapat dimanfaatkan untuk menjual sebagian kepemilikan guna mengamankan keuntungan dan menjaga keseimbangan portofolio.
Menurut Achmad, emas bukan sekadar instrumen spekulasi, melainkan alat untuk menjaga stabilitas keuangan di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.***