Terpeleset oleh Utang Besar
Namun roda bisnis tak selalu berputar ke atas.
Memasuki era 1980-an, Bentoel terhimpit utang besar kepada BRI dan Bank Bumi Daya senilai US$170 juta.
Beban itu kian berat ketika utang kepada kreditor asing melonjak hingga US$350 juta.
Akhirnya, 70% saham keluarga Ong Hok Liong dilepas.
Upaya Hutomo Mandala Putra untuk mengakuisisi perusahaan ini gagal.
Kepemilikan Bentoel kemudian berpindah ke Peter Sondakh dan Rajawali Wira Bhakti Utama.
Berganti Baju, Berganti Pemilik
Pada 1997, aset Bentoel dialihkan ke perusahaan baru bernama PT Bentoel Prima, sementara PT Perusahaan Rokok Tjap Bentoel resmi dibubarkan.
Tiga tahun berselang, Bentoel Prima berganti nama menjadi PT Bentoel Internasional Investama Tbk.
Kepemilikan saham pun terus berubah hingga akhirnya mayoritas dipegang oleh British American Tobacco, dengan porsi 92,48%, sementara sisanya dimiliki publik.
Warisan Sebuah Mimpi
Perjalanan Bentoel adalah kisah tentang keyakinan, keberanian mengambil keputusan, dan risiko besar dunia usaha.
Dari mimpi sederhana tentang ubi talas, lahirlah sebuah merek yang menorehkan sejarah panjang di industri rokok Indonesia.***