ekonomi

Shell Indonesia Resmi Beli 100 Ribu Barel BBM dari Pertamina untuk Amankan Stok hingga Akhir 2025

Rabu, 26 November 2025 | 13:51 WIB
Shell Indonesia sepakat membeli 100 ribu barel BBM dari Pertamina untuk mengatasi kekurangan stok di SPBU swasta menjelang akhir 2025.

TITIKTEMU.CO - Shell Indonesia akhirnya mencapai kesepakatan dengan PT Pertamina untuk pengadaan base fuel sebagai langkah mengatasi kelangkaan pasokan BBM di sejumlah SPBU mereka.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot, mengungkapkan bahwa Shell sepakat membeli BBM murni dari Pertamina Patra Niaga sebanyak satu kargo dengan volume 100 ribu barel. Pengiriman tersebut telah diberangkatkan dari terminal dan sedang menuju Indonesia.

“Shell sudah mencapai kesepakatan dengan Pertamina, jumlahnya sekitar 100 ribu barel,” ujar Yuliot usai menghadiri Grand Launching Indonesia’s Oil and Gas Exploration di Jakarta, Selasa (25/11/2025).

Baca Juga: Dokter Tifa Ungkap Tekanan Pemeriksaan Kasus Ijazah Jokowi, Sebut Ada Upaya Meragukan Kompetensinya

Ia menjelaskan bahwa kargo itu diperkirakan tiba di Indonesia pada hari yang sama dan akan langsung diambil Shell Indonesia sebelum dipasarkan kembali ke konsumen. Tambahan pasokan ini diproyeksikan mencukupi kebutuhan hingga akhir 2025, sembari menunggu kuota impor Shell kembali dibuka.

“Rencananya tanggal 25 sudah tiba di titik serah yang disepakati dengan Pertamina,” tambahnya.

Sebelumnya, Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyampaikan bahwa empat operator SPBU swasta telah sepakat membeli BBM impor melalui Pertamina Patra Niaga untuk menjamin ketersediaan stok hingga akhir tahun.

Baca Juga: Sanksi Ditangguhkan, Cristiano Ronaldo Dipastikan Tampil di Laga Pembuka Piala Dunia 2026

BP-AKR telah mengamankan dua kargo dan satu kargo tambahan sedang dalam perjalanan. Vivo dan Shell telah menyepakati kontrak pembelian, sementara Exxon dinilai masih memiliki cadangan yang cukup sampai akhir tahun.

“Seluruh operator swasta sudah aman. BP-AKR sudah menerima dua kargo dan akan menyusul yang ketiga. Vivo sudah, Shell final negosiasi, dan Exxon masih punya stok,” jelas Laode di Kompleks DPR RI, Senin (24/11/2025).

Ia menambahkan bahwa proses negosiasi BBM tambahan untuk SPBU swasta cukup panjang karena harus menyesuaikan beberapa faktor seperti perbedaan spesifikasi di masing-masing badan usaha, penentuan harga, dan kondisi harga minyak dunia yang berfluktuasi.

“Soal kandungan sulfur dan etanol itu adalah urusan teknis yang berbeda,” tutupnya.***

Tags

Terkini