ekonomi

Kredit UMKM Melambat Tajam di Oktober 2025, BI Sebut Pelaku Usaha Masih Menahan Ekspansi

Rabu, 19 November 2025 | 21:39 WIB
Gubernur BI, Perry Warjiyo ungkap perlambatan kredit UMKM yang terjadi pada Oktober 2025. (Tangkapan layar YouTube Bank Indonesia)

TITIKTEMU.CO - Pertumbuhan kredit untuk sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengalami perlambatan signifikan pada Oktober 2025. Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan kredit UMKM hanya 0,11 persen secara tahunan (yoy), jauh lebih rendah dibanding bulan sebelumnya.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan bahwa perlambatan ini tidak lepas dari melemahnya permintaan kredit di tengah pelaku usaha yang memilih menunda ekspansi. Kondisi tersebut sejalan dengan pertumbuhan kredit perbankan secara umum yang juga turun menjadi 7,36 persen (yoy) pada Oktober, dari 7,70 persen (yoy) di September 2025.

Pelaku Usaha Masih Menunggu Stabilitas Ekonomi

Menurut Perry, ada tiga faktor utama yang membuat permintaan kredit belum pulih:

  1. Pelaku usaha masih bersikap wait and see terhadap situasi ekonomi.
  2. Banyak perusahaan memanfaatkan pembiayaan internal alih-alih mengambil kredit baru.
  3. Suku bunga kredit masih dianggap terlalu tinggi bagi sebagian pelaku usaha.

Baca Juga: Gunung Semeru Naik ke Status Awas, Awan Panas Beruntun dan Guguran Lava Meningkat Tajam

Akibatnya, pengajuan kredit baru—termasuk dari sektor UMKM yang biasanya menjadi penopang ekonomi nasional—tidak menunjukkan peningkatan signifikan.

Perbankan Tetap Selektif Salurkan Kredit

Dari sisi penawaran, perbankan juga cenderung berhati-hati. Bank masih memperketat standar penyaluran kredit, terutama untuk segmen konsumsi dan UMKM yang dinilai memiliki risiko tinggi.

Meski demikian, kondisi likuiditas perbankan terjaga kuat.

  • Rasio AL/DPK meningkat menjadi 29,47 persen.
  • Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 11,48 persen (yoy).
  • Undisbursed loan atau kredit yang belum dicairkan masih besar, mencapai Rp2.450,7 triliun, atau 22,97 persen dari total plafon kredit.

Ini menunjukkan bahwa suplai kredit tersedia, namun permintaan dari dunia usaha belum optimal.

Baca Juga: Mahasiswa UI Gelar Aksi Tolak RUU KUHAP, DPR Tetap Sahkan dan Tegaskan Tak Ada Penyadapan Sepihak

Prospek 2025 Masih Lemah, 2026 Diprediksi Pulih

BI memperkirakan pertumbuhan kredit 2025 akan berada pada batas bawah target, yakni 8–11 persen. Meski begitu, Perry optimistis bahwa permintaan kredit akan kembali menguat pada 2026, terutama jika suku bunga mulai turun dan aktivitas ekonomi bergerak lebih positif.***

Tags

Terkini