ekonomi

Cak Imin Soroti Gurita Minimarket Raksasa: Alfamart dan Indomaret Dinilai Ancam UMKM di Daerah

Rabu, 29 Oktober 2025 | 09:53 WIB
Menyoroti pernyataan Menko PM, Muhaimin Iskandar terkait minimarket raksasa di daerah disebut membuat UMKM merana. (Instagram.com/@cakiminnow)

TITIKTEMU.CO - Menko Pemberdayaan Masyarakat (PM), Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, menyoroti dominasi jaringan minimarket besar seperti Alfamart dan Indomaret yang menurutnya semakin menekan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai daerah.

Dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (28 Oktober 2025), Cak Imin menyebut ekspansi besar-besaran dua jaringan ritel modern itu sudah masuk tahap mengkhawatirkan.

“Ritel-ritel raksasa yang masuk ke kampung-kampung kita membunuh ekonomi rakyat, termasuk pelaku UMKM. Gurita besar itu bernama Indomaret dan Alfamart,” ujarnya.

Menurutnya, fenomena ini menjadi bentuk ketimpangan ekonomi yang kian melebar di lapisan masyarakat bawah.

Baca Juga: Proyek Lift Kaca di Tebing Pantai Kelingking Bali Tuai Polemik: Dinilai Rusak Alam, Pemda Klaim Sudah Berizin

Daerah Kewalahan Hadapi Ekspansi Ritel Modern

Cak Imin mengungkapkan, banyak bupati dan kepala daerah yang mengeluh lantaran keberadaan minimarket besar membuat ekonomi lokal sulit berkembang.

“Beberapa daerah sampai membuat perda khusus untuk membatasi ekspansi mereka karena gurita besar ini merambah dari produsen sampai distribusi,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah kewalahan menghadapi dominasi jaringan ritel modern yang menawarkan harga murah, sistem distribusi kuat, dan dukungan modal besar—hal yang sulit disaingi oleh warung tradisional maupun toko kecil.

Kondisi ini membuat banyak pelaku usaha kecil kehilangan pelanggan dan kesulitan bertahan.

Baca Juga: Pernyataan Menag Soal Isu Kekerasan Seksual di Pesantren Tuai Kritik, Pandji Pragiwaksono Angkat Suara

Produk Impor Perparah Tekanan terhadap UMKM

Selain dominasi minimarket, ancaman lain datang dari banjir produk impor murah yang menyingkirkan produk lokal dari pasar domestik.

Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, sebelumnya telah memperingatkan bahwa tanpa pembatasan, Indonesia bisa menghadapi “tsunami produk impor” yang merugikan pelaku UMKM.

Halaman:

Tags

Terkini