Fokuslah membangun stabilitas penghasilan dan dana darurat sebelum berkomitmen pada cicilan panjang.
Baca Juga: Cara Menarik Uang di Jelly Spin APK ke DANA, Apakah Terbukti Cair?
Dengan begitu, kamu tidak kehilangan kesempatan untuk mengambil risiko produktif seperti memulai bisnis, investasi, atau mengembangkan diri melalui pendidikan dan pelatihan.
Rumah Belum Tentu Aset
Banyak orang salah kaprah menganggap rumah pribadi adalah aset. Padahal, aset adalah sesuatu yang menghasilkan pemasukan.
Baca Juga: Cara Mendirikan Usaha Pegadaian Swasta yang Legal, Aman, dan Berizin Resmi OJK
Jika rumah tidak disewakan, maka ia termasuk liabilitas karena justru menambah beban seperti cicilan, pajak, dan biaya perawatan.
Harga rumah memang bisa naik, tapi tidak selalu signifikan, terutama di daerah yang pertumbuhannya lambat.
Jadi, jangan jadikan “harga pasti naik” sebagai alasan utama membeli rumah.
Pentingnya Dana Darurat Sebelum Ambil KPR
Sebelum menandatangani akad KPR, pastikan kamu memiliki dana darurat minimal 6–12 bulan pengeluaran, termasuk cicilan rumah.
Dana ini sebaiknya disimpan di rekening terpisah, misalnya di bank digital dengan bunga harian.
Tujuannya agar kamu tetap bisa bertahan jika terjadi kondisi tak terduga seperti kehilangan pekerjaan, penurunan penghasilan, atau kondisi ekonomi memburuk.
Mengambil KPR bukan hal yang salah, namun harus dilakukan dengan perencanaan matang dan kesadaran finansial yang tinggi.
Jika cicilan sudah telanjur memberatkan (misalnya 70–80% dari gaji), maka fokuslah meningkatkan penghasilan, mencari side job, atau menegosiasikan bunga dengan bank.