Berdasarkan data Kitco, emas dunia naik lebih dari 3 persen dalam sepekan terakhir dan mendekati rekor tertinggi sepanjang masa.
Logam mulia kembali menjadi pilihan investor yang mencari aset aman di tengah ketidakpastian global.
Tak hanya emas, harga perak juga mengikuti tren penguatan.
Fenomena ini menunjukkan pola klasik pasar: saat risiko meningkat, modal keluar dari aset kripto menuju instrumen lindung nilai.
Pengaruh Geopolitik dan Ekonomi Global
Selain faktor likuiditas, pasar juga dibayangi oleh ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan China.
Ketidakpastian ini menambah sentimen negatif terhadap aset berisiko seperti kripto.
Di saat yang sama, Treasury General Account (TGA) Departemen Keuangan AS masih tinggi di 800 miliar dolar AS, memperkuat tekanan likuiditas global.
Peluang Rebound Masih Terbuka
Meski untuk sementara tertekan, Fahmi melihat peluang pemulihan Bitcoin masih besar.
Jika The Fed kembali melakukan pelonggaran moneter atau menambah likuiditas pasar, Bitcoin berpeluang kembali ke level 120.000–130.000 dolar AS pada akhir 2025.
Investor jangka panjang juga masih menunjukkan keyakinan.
Strategi akumulasi bertahap atau Dollar Cost Averaging (DCA) disebut sebagai pendekatan paling masuk akal di tengah kondisi yang fluktuatif seperti saat ini.
Koreksi Bukan Akhir, Tapi Momentum