ekonomi

Bitcoin Goyah Lagi: Ketika Emas Naik Daun, Aset Kripto Serasa “Musim Dingin” Finansial

Sabtu, 18 Oktober 2025 | 13:20 WIB
Bitcoin Tertekan, Pasar Kripto Bergerak Lemah (Pinterest @bccrypto)

TITIKTEMU.CO - Harga Bitcoin kembali mengalami tekanan signifikan.Pada perdagangan akhir pekan, Bitcoin turun ke level 107.900 dolar AS setelah terkoreksi lebih dari 2 persen dalam 24 jam terakhir menurut CoinMarketCap.

Penurunan ini memperpanjang fase koreksi yang sudah terjadi sejak awal pekan, dan menjadi sinyal bahwa pasar kripto sedang dalam fase defensif.

Penurunan ini tidak hanya terjadi pada Bitcoin. Ethereum (ETH), XRP, dan Solana (SOL) ikut melemah, bahkan Solana mencatatkan pelemahan terbesar hingga 4 persen dalam 24 jam.

Baca Juga: Realme GT 8 Versi Standar Siap Rilis, Cek Bocoran Spesifikasi dan Harganya

Penyebab Utama: Likuiditas Global Mengetat

Menurut Fahmi Almuttaqin, Analis Reku, pelemahan harga Bitcoin dipicu oleh ketatnya likuiditas dolar AS.

Meski The Federal Reserve telah memangkas suku bunga pada September lalu, likuiditas dolar justru menyusut akibat kondisi pendanaan antarbank yang makin mahal.

Hal ini terlihat dari melebaranya spread antara SOFR (Secured Overnight Financing Rate) dan EFFR (Effective Federal Funds Rate) dari 0,02 menjadi 0,19 poin—level tertinggi sejak Desember 2024.

Spread yang melebar ini menandakan perbankan di AS mengalami tekanan likuiditas.

Selain itu, Standing Repo Facility (SRF) The Fed mencatat lonjakan permintaan dana hingga 6,75 miliar dolar AS pada 15 Oktober 2025, terbesar sejak pandemi.

Data tersebut mempertegas sinyal bahwa pasar uang sedang seret likuiditas.

Baca Juga: Setelah Pecat Patrick Kluivert, Ini Tiga Target PSSI untuk Timnas Indonesia, Salah Satunya Lolos Piala Dunia 2030

Investor Beralih ke Safe Haven: Emas dan Perak Menguat

Saat pasar kripto terkoreksi, harga emas justru melonjak tajam.

Halaman:

Tags

Terkini