ekonomi

Menkeu Purbaya Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,67 Persen di Akhir 2025, Bahas Peluang Penurunan PPN Tahun 2026

Selasa, 14 Oktober 2025 | 21:49 WIB
Menkeu Purbaya ungkap kondisi perekonomian Indonesia dalam setahun Prabowo-Gibran. (Instagram/menkeuri)

TITIKTEMU.CO – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan kondisi ekonomi Indonesia dalam satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran menunjukkan tanda-tanda perbaikan signifikan.

Dalam konferensi pers APBNKita di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (14/10/2025), Purbaya menuturkan bahwa pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi nasional dapat mencapai 5,67 persen atau lebih pada kuartal IV 2025.

Pertumbuhan Ekonomi Diproyeksi Menguat di Kuartal IV 2025

Menurut Purbaya, pemulihan konsumsi masyarakat mulai terlihat sejak September 2025 setelah pemerintah mulai mengalirkan sejumlah stimulus ke sistem ekonomi nasional.

Baca Juga: Donald Trump Umumkan Akhir Perang Gaza, Israel Klaim Kemenangan atas Hamas

“Sudah terlihat perbaikan, terutama dari sisi konsumsi masyarakat di September. Kita mulai inject (stimulus) sejak bulan itu,” ujarnya.

Ia menambahkan, kebijakan fiskal dan stimulus ekonomi yang mulai dijalankan sejak September diyakini akan menunjukkan hasil maksimal pada akhir tahun.

“World Bank memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kita di bawah 5 persen tahun ini, tapi menurut hitungan kami, kuartal keempat bisa melampaui 5,5 persen. Dengan tambahan stimulus, potensi bisa mencapai 5,67 persen atau bahkan lebih,” jelasnya.

Menkeu optimistis, bila tren pertumbuhan sesuai perkiraan, momentum positif ini akan terus berlanjut di tahun 2026.

“Jadi arah ekonomi kita saat ini sudah bergerak ke jalur yang lebih baik dibanding sebelumnya,” tegas Purbaya.

Baca Juga: Sidang Praperadilan Nadiem Makarim Memasuki Babak Akhir, Publik Menanti Putusan Hakim

Rencana Penurunan Tarif PPN Masih Dikaji

Selain proyeksi pertumbuhan ekonomi, Purbaya juga menyinggung soal kemungkinan penurunan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada tahun 2026.

Ia menyatakan, pemerintah masih melakukan kajian mendalam untuk memastikan langkah tersebut tidak menimbulkan risiko bagi stabilitas fiskal.

Halaman:

Tags

Terkini