ekonomi

Proyek Raksasa Baterai Listrik Rp95,5 Triliun di Karawang Dimulai, Puluhan Ribu Lapangan Kerja Terbuka

Senin, 30 Juni 2025 | 15:10 WIB
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (instagram/bahlillahadalia)

Pemerintah menilai hal ini sebagai salah satu strategi efektif untuk mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Karawang dan daerah sekitarnya.

Baca Juga: Viral Memo Titip Siswa SPMB 2025,Wakil Ketua DPRD Banten: Hanya Mengabulkan Permintaan Staf

Kapasitas Produksi 15 Gigawatt per Tahun

Proyek baterai kendaraan listrik ini juga dirancang dengan kapasitas produksi yang sangat besar.

Bahlil menjelaskan bahwa fasilitas di Karawang akan memiliki kemampuan memproduksi hingga 15 gigawatt baterai kendaraan listrik setiap tahun.

Kapasitas tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan baterai bagi sekitar 250.000 hingga 300.000 unit mobil listrik setiap tahunnya.

“Untuk di lokasi ini, kita resmikan area groundbreaking 15 gigawatt. 15 gigawatt ini kalau kita konversi ke baterai mobil itu kurang lebih sekitar 250.000 sampai 300.000 mobil,” terang Bahlil.

Kolaborasi Indonesia dengan Raksasa Industri Tiongkok

Proyek ini merupakan hasil kerja sama strategis antara Indonesia dengan Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL), perusahaan baterai terbesar asal Tiongkok.

Kolaborasi ini menunjukkan keseriusan pemerintah Indonesia dalam membangun rantai pasok kendaraan listrik dari hulu ke hilir.

Mulai dari penambangan bahan baku, pemrosesan, hingga produksi sel baterai dilakukan di dalam negeri.

Dengan kerja sama ini, Indonesia berharap dapat menjadi salah satu pemain utama industri baterai kendaraan listrik di tingkat global.

Rencana Pengembangan Baterai untuk Energi Surya

Menariknya, proyek baterai ini tidak hanya fokus pada kendaraan listrik.

Bahlil menegaskan ke depan pengembangan juga diarahkan untuk mendukung penyimpanan energi dari panel surya.

Halaman:

Tags

Terkini