TITIKTEMU.CO - Awal pekan ini, dunia kripto dikejutkan oleh penurunan tajam harga Bitcoin. Pada hari Senin, 23 Juni 2025, harga Bitcoin merosot sekitar 1,3 persen dan sempat menyentuh angka USD 101.502.
Bahkan, di akhir pekan sebelumnya, sempat turun lebih dalam hingga mencapai USD 99.000.
Pelemahan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Amerika Serikat melancarkan serangan ke beberapa fasilitas nuklir milik Iran.
Situasi ini memicu kekhawatiran pasar global, termasuk pasar kripto.
Baca Juga: Harga Bitcoin 2024 Menguat, CEO Indodax: Investor Semakin Percaya pada Aset Kripto
Serangan Militer AS ke Iran Picu Kepanikan Pasar
Serangan yang dilakukan Amerika Serikat terhadap tiga fasilitas nuklir Iran langsung mendapat tanggapan keras dari pemerintah Iran.
Salah satu reaksi keras tersebut adalah ancaman untuk menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran minyak paling vital di dunia.
Kondisi ini membuat para investor global memilih untuk mengamankan dana mereka ke dalam bentuk dolar AS, yang dikenal sebagai aset aman (safe haven).
Sementara itu, aset digital seperti Bitcoin justru ditinggalkan untuk sementara waktu karena dinilai lebih berisiko dalam kondisi geopolitik yang memanas.
Bitcoin Kembali ke Level Psikologis USD 100 Ribu
Sebelum insiden ini, harga Bitcoin cenderung stabil di kisaran USD 103.000 hingga USD 108.000 selama sebagian besar bulan Juni.
Namun, akibat tekanan geopolitik, Bitcoin kembali melemah dan mendekati batas psikologis USD 100.000.
Walau begitu, untuk saat ini, Bitcoin masih bertahan di atas level tersebut.