ekonomi

Kisah Peserta BRI UMKM EXPO(RT),  Dari Limbah Jati Diolah Jadi Produk Multifungsi yang Ramah Lingkungan

Senin, 17 Februari 2025 | 20:47 WIB
Peserta BRI UMKM EXPO(RT) Ini Olah Limbah Jati Jadi Produk Multifungsi (dok. BRI)

TITIKTEMU.CO, Jakarta – BRI UMKM EXPO(RT) 2025 yang berlangsung di Ice BSD Tangerang pada 30 Januari hingga 02 Februari 2025 menjadi ajang untuk mendukung peningkatan kapasitas UMKM Indonesia sehingga bisa naik kelas dan berdaya saiing hingga ke pasar global.

Adalah Anita Egyanti, pemilik usaha Abe Kreasi dari Kota Semarang merupakan salah satunya pelaku UMKM yang berkesempatan mengikuti kegiatan ini.

Baca Juga: LUAR BIASA! Raja Salman Kirim 100 Ton Kurma Ramadan untuk Muslim Indonesia

Bermula dari keprihatinan terhadap limbah kayu yang terbuang percuma, Anita berhasil mengubah bahan sisa menjadi produk kerajinan tangan yang memiliki nilai ekonomis dan multifungsi.

Sejak didirikan pada 2019, Abe Kreasi yang menjadi salah satu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang membuktikan bagaimana inovasi dan kepedulian terhadap lingkungan dapat melahirkan peluang bisnis yang menjanjikan.

Anita pun menceritakan idenya bermula dari melihat limbah kayu jati, yang sering kali hanya berakhir sebagai sampah atau dibakar.

Baca Juga: Mau Nikah di 2025? Ini Syarat dan Dokumen yang Harus Disiapkan!

Dengan semangat ingin memberikan kehidupan kedua bagi limbah tersebut, ia mulai membuat produk seperti pot, kotak tisu, hingga kerajinan lainnya.

Keunikan dari produk Abe Kreasi adalah semua berbahan dasar limbah kayu jati yang disulap menjadi berbagai bentuk geometris seperti kotak, segi enam, atau segi delapan yang mudah diterima pasar.

“Desain geometris ini tidak hanya estetis, tetapi juga multifungsi. Contohnya, kotak perhiasan bisa juga digunakan untuk tempat alat tulis kecil,” ungkap Anita.

 

Anita juga menjelaskan bahwa semua produk Abe Kreasi menggunakan finishing water-based, yang lebih ramah lingkungan dibanding bahan berbasis minyak. Meski bukan untuk makanan, produk-produk ini aman bagi pengguna dan turut menjaga ozon.

Menggunakan limbah kayu jati sebagai bahan baku membawa tantangan tersendiri, terutama soal ketersediaan material. Anita mengakui bahwa dirinya harus kreatif untuk memanfaatkan potongan kayu yang kecil-kecil menjadi desain yang menarik.

“Ini bukan kayu utuh, jadi harus disambung-sambung. Kadang, orang tidak paham dan mengira kualitasnya buruk karena ada sambungan,” ujarnya.

Halaman:

Terkini