ekonomi

Ekspansi Bisnis UMKM Melambat Pada Triwulan Terakhir 2024, BRI : Perlu Penguatan Daya Beli

Selasa, 5 November 2024 | 14:56 WIB
Ekspansi Bisnis UMKM BRI Melambat Pada Triwulan Terakhir 2024, Perlu Penguatan Daya Beli (dok. BRI)

TITIKTEMU.CO, Jakarta – Ekspansi bisnis UMKM BRI pada Triwulan III 2024 tercatat melambat.

Hal itu tercermin dari Indeks Bisnis UMKM berada pada level 102,6 atau lebih rendah dibandingkan dengan Triwulan II 2024 sebelumnya yakni 109,9 yang diumumkan oleh BRI pada Senin (04/11/2024).

Baca Juga: RUPS Putuskan Nicke Diganti, Ini Susunan Jajaran Direksi dan Komisaris Pertamina Terbaru

Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengungkapkan bahwa pada Q3-2024 Indeks Bisnis UMKM masih berada pada level 102,6 (di atas 100), yang berarti ekspansi bisnis UMKM masih berlanjut,

Menurut Supari hal ini ditopang oleh aktivitas masyarakat kembali normal pasca Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Idul Fitri, Waisak dan Idul Adha.

“Ditambah libur sekolah, adanya peningkatan panen komoditas Perkebunan, aktivitas proyek-proyek pemerintah dan swasta semakin meningkat menjelang akhir tahun serta banyak acara pesta (pernikahan) dan aktivitas partai politik menjelang pilkada,” jelas Supari.

Supari menambahkan apabila dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, ekspansi bisnis UMKM pada Q3-2024 melambat, tercermin dari penurunan Indeks Bisnis UMKM dari 109,9 menjadi 102,6.

Baca Juga: Cara Mendapatkan Uang dari Aplikasi Penghasil Uang melalui WhatsApp Rp 200 Ribu Per Jam?

“Penunuran ini disebabkan turunnya daya beli masyarakat, normalisasi permintaan pasca perayaan HBKN, normalisasi produksi pertanian pasca panen raya, enaikan harga barang input, dan persaingan yang semakin ketat,” ujar Supari.

Sebanyak lima komponen Indeks Bisnis UMKM memiliki indeks di atas 100, sementara tiga komponen lainnya menurun di bawah 100. Indeks terendah terlihat pada komponen volume produksi/penjualan (indeks terkait 94,1), komponen nilai penjualan (indeks terkait 96,1), dan komponen penggunaan tenaga kerja (indeks terkait 99,2).

Normalisasi permintaan barang dan jasa pasca HBKN dan menurunnya produksi pangan pasca panen raya, serta naiknya harga barang input menyebabkan volume produksi dan penjualan UMKM mengalami penurunan.

Baca Juga: Lowongan Kerja untuk Lulusan SMA dan Sederajat dari PT Reska Multi Usaha (KAI Services) November 2024 Tersedia 5 Posisi, Cek Kualifikasi dan Lamar Seg

Meskipun rata-rata harga jual mencatat kenaikan, namun penurunan volume produksi/penjualan yang cukup dalam menyebabkan nilai penjualan juga turut menurun.

Menjelang musim tanam tanaman pangan dan perayaan Nataru, pemesanan dan persediaan barang input masih mengalami kenaikan (indeks terkait tetap di atas 100), namun lebih lambat dari Q2-2024. Hal ini disebabkan oleh kenaikan harga barang input serta prospek usaha yang tidak seoptimis kuartal sebelumnya.

Halaman:

Tags

Terkini