ekonomi

Dirut BRI Sunarso : Ketahanan Pangan jadi Kunci Agar Indonesia Keluar dari Middle Income Trap

Sabtu, 12 Oktober 2024 | 14:55 WIB
Dirut BRI Sunarso Ungkap Ketahanan Pangan jadi Kunci Agar Indonesia Keluar dari Middle Income Trap (dok. BRI)

 

TITIKTEMU.CO, Jakarta – Direktur Utama PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Sunarso mengungkapkan kunci agar Indonesia bisa keluar dari middle income trap (perangkap pendapatan menengah). 

Hal itu di katakan Sunarso dalam acara Katadata Forum bertajuk Indonesia Future Policy Dialogue di Jakarta, Rabu (10/9/2024).

Baca Juga: PSSI Akan Kirim Surat Protes Terkait Ahmed Al Kaf

“Berdasarkan kajian Bappenas, Indonesia diperkirakan akan keluar dari jebakan kelas pendapatan menengah pada tahun 2041 jika asumsi rata-rata pertumbuhan ekonomi minimal 6% terpenuhi,” kata Sunarso

Mengutip data dari World Bank Sunarso mengatakan untuk keluar dari jebakan pendapatan menengah, pendapatan per kapita Indonesia harus berada di atas US$ 4.465. 

Baca Juga: Kisah Desi dan Tokonya, Berkembang Pesat Berkat Kemitraan Dengan AgenBRILink

Terkait hal tersebut, Sunarso mengungkapkan dalam kajian BRI faktor yang paling menentukan pertumbuhan ekonomi 6% adalah investasi pada human capital atau nilai ekonomi dari pengalaman dan keterampilan pekerja. Pembentukan human capital juga perlu didorong oleh tiga faktor. 

Pertama, Indonesia harus fokus dalam memaksimalkan kebutuhan nutrisi dan pangan.

Baca Juga: The Girl Market Surabaya: Bahagia Belajar Nggak FOMO dan Bikin Parfum Sambil Karaokean

“Maka menjadi penting, kita fokus untuk memiliki strategi yang khusus, spesifik, dan visioner untuk masalah ketahanan pangan,” ujar Sunarso.

Kedua, negara punya tugas untuk menyejahterakan rakyat dan ini akan mendukung pertumbuhan ekonomi. Dia mengatakan, cara terbaik untuk menyejahterakan rakyat adalah dengan memberikan mereka pekerjaan.

Baca Juga: Kabar Bansos Tambahan Cair Oktober 2024 Berbentuk Beras, Ayam, dan Telur Siap Cair via PT Pos Indonesia?

“Jadi semua orang pada usia produktif memang harus bekerja. Kalau begitu, pemerataan kesempatan kerja itu menjadi penting,” kata Sunarso.

Untuk mendapatkan pemerataan kesempatan kerja dibutuhkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, di mana di dalamnya juga ada unsur pemerataan serta partisipasi masyarakat untuk ikut tumbuh dan berkembang. 

Halaman:

Tags

Terkini