TITIKTEMU.CO, Gelaran International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2024, ternyata membawa berkah bagi perajin asal Jawa Tengah. Dekranasda Jateng menggandeng 13 kabupaten/ kota di Jawa Tengah dengan konsep stand disatukan dalam wadah paviliun.
Dengan konsep tersebut, pengunjung bisa melihat berbagai potensi Jawa Tengah. Apalagi, ajang pamer itu bertaraf internasional, sehingga diharapkan semakin mengangkat produk UMKM asal provinsi ini. Kerajinan dari Jateng tidak hanya diminati warga lokal, kerajinan tangan asal Batang dan Magelang, juga menarik minat warga Turki dan Presiden Dewan Kerajinan Dunia Asia Pasifik, Aziz Murtazaev.
Cerita pertama datang dari kerajinan tas kayu resin milik Bejo Prihartianto. Warga Subah, Batang, ini mengaku difasilitasi oleh Dinas Koperasi dan UKM Jateng dalam Inacraft 2024.
Pada hari kedua penyelenggaraan Inacraft 2024, Kamis (29/2) stand yang dijaganya, tetiba didatangi oleh dua perempuan berkulit putih. Seorang di antaranya kemudian bertanya terkait kerajinan yang dibikin Bejo.
Setelah tawar menawar, akhirnya perempuan yang bernama Nihal Aygun itu, meminang sebuah tas resin berwarna cokelat putih, dengan rantai berwarna emas. Harganya Rp550 ribu, dari harga awal Rp649 ribu.
“Ini bagus dan unik, warnanya, ukurannya. Harganya juga masih masuk akal. Tapi mungkin bisa lebih dapat potongan harga lagi,” ungkap Nihal.
Bejo mengaku, harga yang diberikannya itu sudah termasuk murah. Ini karena tingkat kesulitan dalam pengaplikasian resin pada media kayu. Belum lagi, proses kreatif untuk memadukan warna.
“Setidaknya sudah lima produk saya yang laku di ajang Inacraft 2024,” ujar pemilik BJO Furface itu.
Baca Juga: Pancal Bike Berharap Dapat Perluas Pasar Lewat UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2023,
Kisah lain datang dari perajin pisau karambit asal Magelang. Kerajinan tersebut, bahkan mendapat perhatian khusus dari Presiden Dewan Kerajinan Dunia Asia Pasifik, Aziz Murtazaev. Menurutnya, pisau bikinan warga Magelang memiliki kualitas dan bentuk yang menarik.
“Ini kedua kalinya saya di Inacraft, sebagai lelaki Uzbekistan saya tertarik dengan kerajinan pisau. Karena tradisi di negara kami. Pisau ini saya suka, karena kualitas dan sarung pisaunya,” tutur Aziz.