Fakta Modal Rp3,5 Miliar Hendrik Irawan Bangun MBG, SPPG Ditutup Usai Viral Joget dan Klaim Rp6 Juta Per Hari

photo author
Abi Zahy, TitikTemu.co
- Kamis, 26 Maret 2026 | 08:35 WIB
Hendrik Irawan viral karena klaim pendapatan Rp6 juta per hari dari MBG. Fakta modal Rp3,5 miliar dan penutupan SPPG jadi sorotan publik.
Hendrik Irawan viral karena klaim pendapatan Rp6 juta per hari dari MBG. Fakta modal Rp3,5 miliar dan penutupan SPPG jadi sorotan publik.

TITIKTEMU.CO - Kasus viral yang melibatkan Hendrik Irawan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi perhatian besar masyarakat. Dalam video yang tersebar luas, Hendrik terlihat berjoget sambil menyebutkan pendapatan fantastis Rp6 juta per hari dari program ini. Namun, benarkah angka tersebut mencerminkan keuntungan yang didapat?

Program MBG yang dikelola Hendrik Irawan ternyata bukan sekadar bisnis biasa. Dengan modal mencapai Rp3,5 miliar, ia mendirikan fasilitas Sentra Penyediaan Pangan Gizi (SPPG) di Desa Pangauban, Kabupaten Bandung Barat. Namun, setelah viralnya video tersebut, banyak pihak mempertanyakan transparansi tata kelola dan kebenaran klaim keuntungan yang disebutkan.

Klarifikasi BGN: Pendapatan Rp6 Juta Per Hari Bukan Keuntungan

Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya buka suara terkait polemik ini. Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Regional Bandung, Ramzi, menjelaskan bahwa angka Rp6 juta per hari yang disebutkan bukanlah laba bersih. Dana tersebut merupakan insentif operasional yang diberikan BGN untuk mendukung keberlangsungan dapur SPPG.

Ramzi menegaskan bahwa insentif ini mencakup biaya sewa bangunan dan peralatan sesuai petunjuk teknis yang telah ditetapkan. Ia juga menambahkan bahwa mitra SPPG tidak diperbolehkan mengambil keuntungan dari selisih harga bahan baku. Dengan demikian, dana tersebut murni digunakan untuk kebutuhan operasional dapur.

Modal Hendrik Irawan Bangun MBG Capai Rp3,5 Miliar

Selain klaim pendapatan harian, publik juga menyoroti modal besar yang dikeluarkan Hendrik Irawan untuk membangun MBG. Ia mengaku menginvestasikan dana pribadi sebesar Rp3,5 miliar untuk mendirikan fasilitas SPPG di atas lahan seluas 1.000 meter persegi. Menariknya, Hendrik menyatakan bahwa pembangunan ini tidak menggunakan dana pemerintah.

Dana dari pemerintah hanya berupa penggantian biaya operasional melalui skema kerja sama. Fakta ini menimbulkan pro dan kontra di masyarakat, terutama terkait transparansi pengelolaan dana dan tujuan sosial dari program MBG.

SPPG Ditutup Sementara Usai Viral

Setelah video joget Hendrik viral, SPPG di Desa Pangauban dikabarkan dihentikan sementara oleh pihak terkait. Langkah ini diambil untuk mengevaluasi program agar sesuai dengan regulasi dan tujuan awalnya, yakni memberikan makanan bergizi gratis kepada masyarakat yang membutuhkan.

Meski sempat menuai kontroversi, kasus ini menjadi pelajaran penting tentang pentingnya pengelolaan dana yang transparan dalam program sosial. Publik berharap agar program MBG dapat kembali berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Abi Zahy

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X