Ini Dia, Promosi Desa Wisata di Semarang Lewat Beti Dewi

photo author
AB Soleh, TitikTemu.co
- Jumat, 13 September 2024 | 11:00 WIB
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno saat menghadiri acara Beti Dewi Kreatif Semarang di Kampung Jadhoel Semarang (Kemenparekraf)
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno saat menghadiri acara Beti Dewi Kreatif Semarang di Kampung Jadhoel Semarang (Kemenparekraf)

TITIKTEMU.CO, Menparekraf  Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan Kemenparekraf terus mendorong pengembangan ekosistem ekonomi kreatif (ekraf) di berbagai kota di Indonesia. Salah satunya, melalui workshop Kabupaten/Kota Kreatif  di Taman Budaya Raden Saleh, Semarang, Kamis (12/9).

“Terima kasih para peserta ekonomi kreatif yang sangat antusias hari ini, kita perkuat lagi ekosistem ekonomi kreatif Semarang yang telah memilih fesyen dengan produk batik bermotif naturalis dan realistisnya sebagai subsektor unggulan,” kata Menparekraf Sandiaga.

Menparekraf Sandiaga menjelaskan, di tengah isu PHK yang berdampak pada kekhawatiran perlambatan ekonomi, namun para pelaku ekonomi kreatif di Semarang ini berkomitmen untuk menciptakan 4,4 juta lapangan kerja.

Baca Juga: Winongo Jogja River Festival #2 , Wisata Juga Edukasi Jadi Ekonomi Kreatif

“Dan tadi saya menitipkan juga semangat untuk kerja 4 AS, kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, ini yang bisa nanti akan membawa kita pada peningkatan kesejahteraan,” kata Menparekraf Sandiaga.

Kota Semarang, yang punya sebutan Kota “Port of Java” mempunyai pesona wisata yang luar biasa serta memiliki keragaman potensi sosial-budaya, warisan sejarah, dan alam, antara lain Kota Lama, Lawang Sewu, Simpang Lima, dan Pantai Marina.

Selain itu, Kota Semarang telah mempunyai ruang kreatif di antaranya Creative Hub Semarang sebagai tempat komunitas pelaku ekraf yang diharapkan dapat menjadi penghubung ekonomi kreatif dan pariwisata yang menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Kota Semarang.

Baca Juga: KaTa Kreatif Jadi Tempat Dialog Pelaku Ekraf Wonosobo Dengan Menparekraf Sandiaga Uno

“Kita lihat kota-kota di Eropa, juga kota-kota di Amerika yang sudah menjadi pusat daya tarik wisatawan seperti Paris atau New York, magnet utamanya adalah sisi ekonomi kreatif. Misalnya London itu untuk Performing Arts, ini jadi Semarang bisa juga mencontoh itu, apalagi sudah memilih fesyen. Jadi mungkin kiblat fesyen batiknya Indonesia ini bisa di Semarang,” kata Menparekraf Sandiaga.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: AB Soleh

Sumber: Kemenparekraf

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X