“Kami mengimbau kepada masyarakat selama musim penghujan agar tidak melakukan kegiatan di badan sungai. Karena sewaktu-waktu dapat terjadi kenaikan debit Bengawan Solo,” tandasnya.
Dampak dari pelepasan air dari pintu spillway Waduk Gajahmungkur, menyebabkan beberapa rumah kota Wonogiri yang berada di bantaran sungai Bengawan Solo terendam.
Dari relawan Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) yang melakukan pemantauan, dilaporkan rurmah-rumah tersebut terletak di 4 kampung di 2 kelurahan dalam kota Wonogiri.
Baca Juga: Target F1 PowerBoat Danau Toba dipadati 25 ribu wisatawan, Sandiaga Uno: Tolong promosikan bersama!
Baca Juga: Danau Toba Siap Selenggarakan F1 Powerboat Lake Toba 2023
Mereka berada di Lingkungan Sukorejo dan Kedungringin Kelurahan Giritirto, serta di Lingkungan Sanggrahan dan Salak Kelurahan Giripurwo.
Sementara itu tidak dilaporkan adanya korban jiwa, namun puluhan warga yang terendam banjir berusaha mengungsi ke rumah tetangga yang tempatnya yang lebih tinggi.***