Sementara Ketua Gapoktan Rahayu Widodo Kelurahan Mojopuro, Surono, membandingkan hasil antara tanaman sorgum dan jagung di wilayahnya saat ini lebih menguntungkan sorgum.
Diterangkannya, harga sorgum saat ini Rp 4.500 per kg, sedangkan jagung Rp 4.100-4.200 per kg. Diakuinya jika hasil untuk tonase jagung lebih tinggi namun biaya operasionalnya juga lebih tinggi. Karena pemupukan dan pengairannya lebih banyak. Sedangkan untuk sorgum, biaya pemupukan dan operasionalnya rendah.
Baca Juga: Monkeypox Disorot, Satgas Tegaskan 4 Perilaku Hidup Bersih dan Sehat untuk Cegah Cacar Monyet
"Sorgum tidak membutuhkan banyak air dan pencabutan rumput, untuk jagung wajib. Sehingga biaya operasional lebih tinggi jagung. Hasil sorgum rata rata per hektera 5 ton, jagung 7-8 ton cuma biaya operasional sorgum rendah yaitu di kisaran Rp 2-5 juta, jagung 8-10 juta per Ha," terang Surono.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jateng Supriyanto mengatakan bahwa bakal menambah luasn lahan untuk pengembangan tanaman sorgum sebagai pangan alternatif yang disiapkan mendukung ketahanan pangan nasional sesuai arahan Presiden Joko Widodo.
Baca Juga: Resep Sambal Goreng Ati Dan Kentang, Nikmat dan Lezat Setiap Saat
Setiap hektare produktivitas tanaman sorgum bisa mencapai 8-9 ton sehingga diperkirakan pada 120 hektare yang telah ditanami sorgum dapat menghasilkan sekitar 960-1.080 ton sorgum.***