TITIKTEMU.CO – Berbagai aksi tak terpuji dilakukan para oknum pendidik dengan melakukan pelecehan seksual. Baik pelecehan secara verbal maupun pencabulan, bahkan pemerkosaan. Pelecehan itu tak hanya dilakukan oknum pendidik di SMA, kampus, tapi juga di pesantren dan Madrasah Aliyah.
Guru Madrasah Aliyah (MA) seharusnya memberikan pelajaran agama yang baik kepada muridnya. Namun yang dilakukan pak guru berinisial R ini memang sungguh bejat.
Kejadiannya memang sudah cukup lama, di akhir Juni 2022. Namun masih bisa terlacak dari salah-satu thread di twitter.
Baca Juga: IPW Apresiasi Kapolri yang Bentuk Tim Khusus Kasus Penembakan di Rumah Irjen Ferdy Sambo
Seperti yang dilakukan salah seorang guru sebuah MA di Magelang ini, yang justru berbuat cabul kepada siswinya. “Bukan hanya satu siswi yang jadi korban, tapi lumayan banyak. Hingga trauma dan tidak berani masuk sekolah. Kelakuan ga sesuai sama status wa,” ungkap akun @txttdrMagelang, pada Kamis, 30 Juni 2022.
Pemilik akun tersebut, memang berani memuat kasus pelecehan tersebut di dunia maya. Thread ini pun dikomentari oleh salah satu akun twitter, yang menyatakan bahwa kasus ini telah diselesaikan semuanya, oleh pihak madrasah.
"Coba dari awal ada tabayyun dari ke 2 belah pihak, pasti tidak terjadi korban-korban berikutnya, lembaga tetap terjaga nama baiknya, dan untuk siswa maupun alumni mari saling menjaga dan nduweni almamater, masih banyak dari mereka yang bisa dijadikan panutan. Mohon maaf kepada semuanya, kami dr pihak madrasah sudah menyelesaikan semuanya," ungkap akun twitter @NiehaAyasa itu.
Baca Juga: Ini Dia Resensi Novel “Gadis Kretek”. Kisah Pencarian Jeng Yah dan Konflik Bisnis Rokok
Komentar itu lantas dijawab akun txttdrMagelang: Baik ibu, terimakasih sudah mampir ke akun kami. Bukan untuk provokasi, namun untuk korban yang sudah alumni mulai tahun 2017 apakah ada tindak lanjut atau semacam perlindungan korban? Sampai yang terkena pelecehan fisik ketika les di rumah, dll. Apakah hanya kekeluargaan?
Banyak netizen yang ikut membully akun twitter @NiehaAyasa, sehingga pemilik akun tersebut akhirnya mem-proteck akunnya.
Aksi guru yang diduga telah melakukan pelecehan seksual verbal terhadap salah satu siswinya itu berbuntut panjang. Tidak lama setelah itu, muncul sejumlah poster terpasang di tembok-tembok pagar tidak jauh dari madrasah tersebut.
Baca Juga: Arya Saloka, Dian Sastro dan Putri Marino akan Adu Akting di Serial “Gadis Kretek”
Poster hitam putih itu berisi tuntutan agar guru tersebut dihukum setimpal. Pada poster disertakan foto diduga wajah guru Matematika itu. Kemudian tertulis #riyancabul #pelecehangurukepadamurid.
Seperti diketahui, belum lama ini viral di media sosial kumpulan percakapan antara guru pria dengan seorang siswi. Pada tangkapan layar terbaca, guru itu meminta siswi itu, untuk PAP atau Post a Picture, dengan mengirimkan foto selfie memakai tank top. Namun ditolak sang siswi.