daerah

Tiga Bocah Viral Pamer Kemaluan di GOR Mendapat Pendampingan Psikologi Dari Polisi

Senin, 9 Mei 2022 | 07:35 WIB
Psikolog Polres Purbalingga Ipda Teguh Susilo, S.Psi., M.Psi. (tribratanews.jateng.polri.go.id.)

TITIKTEMU.CO, PURBALINGGA  -  Beredarnya  video viral tiga anak kecil memperlihatkan kemaluannya kepada wanita muda  yang sedang berolahraga di komplek GOR Goentoer Darjono PurbaIingga, mendapat perhatian serius dari Polres Purbalingga.

Polres Purbalingga telah berhasil mengindentifikasi ketiga anak tersebut. Selain dilakukan penyelidikan, kepolisian juga memberikan pendampingan.

Pendampingan dilakukan melalui program Konseling Psikoterapi Polres Purbalingga (Kopi Braling) oleh psikolog dari Polres Purbalingga.

Baca Juga: Manchester City 5-0 Newcastle: Aroma Juara Liga Premier Tercium oleh Pasukan Pep Guardiola

Psikolog Polres Purbalingga Ipda Teguh Susilo, S.Psi., M.Psi., saat dikonfirmasi  terkait video viral tiga anak di komplek GOR Goentoer Darjono PurbaIingga mengatakan,  pihaknya telah melakukan pendampingan psikoterapi terhadap mereka.

“Kami lakukan pendampingan psikologi terhadap tiga anak yang videonya viral beberapa saat lalu. Tujuannya bisa mengetahui penyebab perilaku tersebut dan mencegah mereka mengulangi perbuatannya,” katan Ipda Teguh seperti  dilansir dari laman tribratanews.jateng.polri.go.id.

Menurutnya, dari kasus yang terjadi ada pola asuh anak yang kurang tepat melatarbelakangi tindakan negatif anak. Dimana tiga anak tersebut selama ini dititipkan kepada neneknya karena ibunya bekerja. Mereka  dititipkan kepada neneknya dari jam 08.00 – 21.00 WIB. Sedangkan neneknya, memiliki aktivitas berjualan di komplek GOR Goentoer Darjono.

Baca Juga: Iqlima Kim Dua Bulan Hanya Dibayar 4,5 Juta, Hotman Minta yang Aneh-aneh. Tak Hargai Sebagai Ibu Satu Anak

“Selama neneknya berjualan tiga anak ini ikut beraktivitas di komplek GOR Goentoer Darjono tanpa pengawasan yang ketat. Sehingga sangat mudah menyerap perilaku lingkungan yang beraneka macam atau mudah dipengaruhi orang-orang di sekitarnya,” jelasnya.

Ipda Teguh mengungkapkan,  perilaku negatif anak bisa muncul akibat pola asuh yang tidak tepat dari orang tuanya. Selain itu, lingkungan yang tidak tepat dapat berperan mempengaruhi perilaku anak untuk melakukan perbuatan negatif. Oleh sebab itu, perhatian terhadap perilaku anak harus dilakukan dengan tepat oleh orang tuanya.

Baca Juga: Liverpool 1-1 Tottenham, The Reds ke Puncak Klasemen Liga Inggris, Tetapi Rawan Digusur Manchester City

Dari pendampingan yang sudah dilakukan, upaya awal yaitu untuk memperbaiki pola asuh anak agar sesuai dengan semestinya. Hasilnya, sang ibu dari tiga anak tersebut menyampaikan untuk sementara akan berhenti bekerja.

Tujuannya agar fokus mengasuh ketiga anaknya sehingga tidak salah pergaulan atau melakukan tindakan negatif seperti yang sudah terjadi.

“Pendampingan psikologi terhadap ketiga anak tersebut akan terus dilakukan Polres Purbalingga. Termasuk juga terhadap orang tuanya,” tandasnya.

Halaman:

Tags

Terkini