daerah

Mapati, Doa Bersama Saat Janin Berusia Empat Bulanan dan Sudah Ditiup Rohnya

Kamis, 21 April 2022 | 21:50 WIB
Keluarga H Bambang Sujatmiko foto bersama, usai menggelar tradisi Mapati di kediamannya (pic/teguh argari)

TITIKTEMU DEMAK - Ada tradisi khusus untuk mendoakan kesehatan dan keselamatan bagi para ibu yang sedang mengandung janin berusia empat bulanan. Dalam tradisi Jawa, tradisi itu disebut mapati.

Mapati yaitu  selamatan empat bulanan janin  di dalam rahim sang bunda. Penyelenggara akan mengundang tetangga dan orang dekat untuk melantunkan doa, antara lain Surat Yusuf dan  Surat Maryam.

Menurut KH Abdur Rohim, pimpinan Panti Asuhan At Taqwa, Meteseh, Semarang, dipercaya dengan membaca surat Yusuf saat hamil anak laki-laki, maka anaknya akan tampan dan soleh seperti Nabi Yusuf.

Begitupun ketika membaca surat Maryam saat hamil anak perempuan, dipercaya  anaknya akan lahir sebagai anak yang cantik dan solehah seperti Siti Maryam.

Baca Juga: Dampingi Wapres Ke Borobudur, Ganjar Himbau Pengelola Wisata Di Jateng Untuk Tidak Ngepruk Harga

KH Abdur Rohim pada Kamis sore (21 April 2022), memimpin acara Mapati di kediaman Kepala SMKN 4 Semarang H Bambang Sujatmiko di Perumnas Pucang Gading, Mranggen, Demak. Sang tuan rumah, didampingi istrinya, Hj Parsiti, sedang mendoakan putrinya, Graita Gaiety Jatmiko, yang sedang hamil empat bulan.

“Kami menggelar doa bersama untuk mendoakan kebaikan bagi sang janin. Memohon kepada Allah SWT, kesehatan dan keselamatan ibu dan bayinya. Dimudahkan persalinananya, jadi anak yang soleh dan solehah. Serta jadi pemimpin baangsa dan pengusaha sukses,” ungkap Bambang Sujatmiko.

Selain itu mereka juga mengirim doa arwah jama untuk keluarga yang sudah meninggal dan buka bersama anak-anak Panti Asuhan At Taqwa. Setelah buka bersama, mereka menjalankan salat Magrib dan salat Tarawih di teras rumah H Bambang Sujatmiko yang luas itu.

Baca Juga: Prof. Dr. Dra. Idha Sihwaningrum M.Sc.St, Wanita Mungil Alumni Menwa Menjadi Guru Besar di Hari Kartini

Selain itu juga diberikan  tali asih kepada anak-anak panti asuhan At Taqwa itu. “Pak Bambang Jatmiko, memang menjadi donator panti asuhan kami,” papar KH Abdur Rohim.

Menurut KH Abdur Rohim, pada usia kandungan empat bulan, telah ditiupkan roh pada sang janin. Maka digelar tasyakuran dan doa bersama untuk  calon bayi, agar selamat dan sehat hingga hari persalinan.  

Mapati juga menjadi simbol kebahagiaan dan syukur tidak terukur atas genapnya penciptaan janin oleh Allah SWT dalam rahim sang bunda.***

Ikuti beragam berita terbaru, olahraga, lowongan pekerjaan dan informasi bermanfaat lainnya di TitikTemu.co

 

Halaman:

Tags

Terkini