daerah

Banjir dan Longsor Terjang Tapanuli Tengah: 4 Warga Meninggal, Ribuan Rumah Terendam, Akses Terputus Total

Rabu, 26 November 2025 | 12:18 WIB
Tangkapan layar kondisi banjir bandang di Kabupaten Tapanuli Tengah. (Instagram/masinton)

TITIKTEMU.CO - Empat warga dilaporkan meninggal dunia akibat bencana banjir, banjir bandang, dan tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah sejak Selasa, 25 November 2025.

Hingga Rabu, 26 November 2025, seluruh akses menuju kawasan terdampak masih terputus. Ribuan rumah warga terendam dan jaringan komunikasi lumpuh total, sehingga pendataan korban maupun kerusakan belum bisa diperbarui secara pasti.

Curah hujan ekstrem yang turun sejak Senin malam menyebabkan jalur utama tertutup material longsor serta genangan banjir. Tim penyelamat kesulitan mencapai lokasi, sementara sejumlah desa masih terisolasi tanpa bantuan.

Baca Juga: Profil dan Biodata Fiki Naki: YouTuber yang Resmi Menikah dengan Penulis Tinandrose Lengkap Umur hingga Perjalanan Karier

Cuaca Ekstrem Melanda Beberapa Kabupaten

Gangguan cuaca parah juga dirasakan di wilayah Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, dan Toba. Pemerintah daerah menutup akses masuk menuju Tapanuli Tengah demi menghindari risiko tambahan bagi pengendara.

Jaringan internet di daerah terdampak terputus, membuat informasi mengenai jumlah korban tambahan, titik longsor baru, serta kerusakan infrastruktur sulit dihimpun.

Pernyataan Bupati: Empat Korban Jiwa

Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, mengonfirmasi bahwa cuaca ekstrem di kawasan pesisir barat Sumatera Utara menjadi pemicu rangkaian banjir dan longsor.

“Cuaca ekstrem beberapa hari terakhir menyebabkan banjir, banjir bandang, dan tanah longsor di berbagai titik di Tapanuli Tengah,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa 25 November 2025.

Baca Juga: KPK Tahan Dua Pejabat PT PP Terkait Kasus Vendor Fiktif Rp46,8 Miliar

Ia menyampaikan bahwa sementara ini terdapat empat korban jiwa dan ribuan rumah terendam banjir. Pemerintah daerah bersama Basarnas, TNI, dan Polri tengah melakukan evakuasi warga serta menyiapkan dapur umum dan layanan kesehatan darurat.

Evakuasi Terkendala Cuaca Buruk

Proses evakuasi dan pengiriman bantuan masih terus dilakukan, namun hambatan besar muncul akibat medan licin, lumpur tebal, serta hujan yang belum berhenti. Beberapa desa hanya dapat dijangkau menggunakan perahu karet karena kedalaman banjir.

Halaman:

Tags

Terkini