Lebih lanjut, kebutuhan logistik pengungsi dapat dipenuhi oleh instansi terkait, dan bantuan dari para donatur.
“Terkait pemenuhan logistik bagi para pengungsi, alhamdulillah, sudah ter-cover dengan baik oleh Dinsos-P2KB Kota Pekalongan dan para donator, seperti makan sehari tiga kali, camilan, mi instan, pakaian layak pakai, susu, hingga kebutuhan popok bayi dan pembalut wanita,” bebernya.
Pengungsi dari Kampung Baru Tirto, Slamet Tafsir, mengungkapkan, dirinya sekeluarga mengungsi di Aula Kecamatan Pekalongan Barat sejak Kamis (30/1). Ia terpaksa bertahan di posko pengungsian, karena rumahnya masih tergenang air.
Baca Juga: Kompak , Pemkab Kendal Dan Masyarakat Bantu Bersihkan Sisa Banjir di Patebon
“(Saya) mengungsi bersama istri, anak dan cucu. Di rumah kosong, karena tidak ada tempat aman, semua barang termasuk kasur sudah ditaruh di atas meja. Rumah saya dengan aliran Sungai Bremi-Meduri jaraknya sekitar 10 meteran,” ungkap lansia berusia 60 tahun tersebut.
Ditambahkan, kebutuhannya sebagai pengungsi telah dicukupi oleh Pemerintah Kota Pekalongan.
“Alhamdulillah, di sini logistik terpenuhi, makan sehari tiga kali, ada layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis juga untuk pengungsi,” tukasnya.