TITIKTEMU.CO- Apa yang Anda lakukan jika harus memilih antara dua momen penting dalam hidup?
Bagi Nur Qoyyimah (27), jawaban itu adalah menjalani keduanya sekaligus.
Dengan mengenakan gaun pengantin, ia meninggalkan panggung resepsi pernikahannya demi mengikuti tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rembang.
Pernikahan dan Ujian yang Bentrok
Qoyyim, begitu ia akrab disapa, menjalani hari yang luar biasa sibuk. Pernikahannya dengan Taufiqurrahman berlangsung di Desa Gambiran, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang.
Namun, undangan resmi untuk tes SKB CPNS baru diterimanya setelah keluarga menetapkan tanggal pernikahan.
Kondisi ini membuat Qoyyim dihadapkan pada keputusan sulit: meninggalkan resepsi pernikahan untuk menjalani tes CPNS.
“Awalnya kami tidak menyangka tanggal ujian akan berbenturan. Tapi ini adalah dua momen penting dalam hidup saya, jadi saya memutuskan untuk menjalani keduanya,” ujar Qoyyim saat diwawancarai.
Baca Juga: Menciptakan Morning Routine yang Produktif dan Inspiratif Lagkah Awal Menuju Kesuksesan
Dukungan Suami yang Menginspirasi
Keputusan ini tentu tidak mudah. Namun, Taufiqurrahman, sang suami, mendukung penuh langkah Qoyyim.
Bahkan, ia ikut turun dari panggung pernikahan untuk menemani istrinya menuju lokasi ujian. “Melihat dukungan suami, saya jadi semakin semangat,” ujar Qoyyim.
Dengan formasi guru Al-Qur’an dan Hadis sebagai target, Qoyyim mengaku telah mempersiapkan diri selama beberapa bulan terakhir. Ia rutin mengikuti bimbingan online untuk menghadapi soal-soal CPNS. Meski deg-degan karena harus membagi fokus antara resepsi dan ujian, Qoyyim tetap yakin bahwa ini adalah jalan yang harus ditempuh.