PAT merupakan penambahan luas lahan padi, dari yang tadinya lahan kering untuk tanaman palawija menjadi lahan sawah dengan masa tanam setahun sekali dengan bantuan pompanisasi. PAP dilaksanakan di Desa Senon dengan target 40 hektare lahan kering. Terhitung sampai dengan medio 2024, 10 hektare lahan kering telah diubah menjadi lahan penanaman padi, dengan memanfaatkan pompanisasi air Sungai Klawing di area desa.
“Sedangkan PIP adalah penambahan (masa tanam) dari yang semula setahun satu kali tanam, ditingkatkan menjadi dua kali tanam atau lebih, melalui pompanisasi. Ini dilaksanakan di Desa Kalialang, di sawah seluas 60 hektare. Selain itu, di Desa Pegandekan dengan target 40 hektare yang tadinya tanam 1 kali menjadi 2 kali,” katanya