Baca Juga: Mbah Dirjo Makin Populer Di Warga Yogya

“Tentu kami sudah memiliki beberapa planning, jangka pendeknya sampai Desember mengembangkan TPS 3R di Nitikan dan TPST Karangmiri. Untuk jangka panjangnya kami akan melakukan kerjasama dengan swasta, semoga minggu ini bisa dilakukan penandatangan MOU dan tahun 2024 akan berjalan,” ungkap Singgih.

Metode pengolahan sampah akan dilakukan dengan pembakaran H20 atau air yang dipisahkan dengan mengambil nitrogen dengan menggunakan teknologi pembakaran tinggi 150 derajat celcius. Singgih menyebut pada tahun 2024 akan ada beberapa pengadaan untuk menunjang pengelolaan sampah yang akan tersebar di beberapa titik.

 “Karena keterbatasan lahan di Kota Yogyakarta, jadi pengelolaan sampah ini nantinya akan tersebar di beberapa titik karena memang tidak memungkinkan jika berada disatu titik,” tambahnya.

Baca Juga: Mbah Dirjo Makin Kencang, Menghasilkan Lubang Manfaat Dimana-mana

Sementara itu, Yusuf (42) salah satu penggerobak sampah mengungkapkan di masyarakat khususnya yang ditemui sebagian masyarakat telah melakukan pemilahan sampah dan sebagian lagi belum melakukan. Menurutnya, sebagian besar dari yang memilah sampah telah tergabung dalam forum bank sampah.

 “Kalau di daerah saya kan yang belum dipilah itu masuknya penggerobak jadi kami pilah lagi. Nah untuk awal-awal penutupan TPST Piyungan banyak yang membuang di pinggir jalan karena bingung harus dibuang kemana, setelah ada edukasi depo dibuka sudah banyak yang tertib,” ujarnya saat di Depo Mandala Krida.