Ada Posko Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi dan Natal-Tahun Baru Di Yogya

photo author
AB Soleh, TitikTemu.co
- Minggu, 29 Desember 2024 | 09:00 WIB
Personel BPBD Kota Yogyakarta saat melakukan evakuasi pohon tumbang yang menimpa rumah warga pada Kamis (26/12) saat hujan disertai angin kencang (Pemot Yogya)
Personel BPBD Kota Yogyakarta saat melakukan evakuasi pohon tumbang yang menimpa rumah warga pada Kamis (26/12) saat hujan disertai angin kencang (Pemot Yogya)

TITIKTEMU.CO,Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta membangun Posko Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi dan libur Natal dan Tahun Baru. Keberadaan posko itu untuk memudahkan koordinasi dan bentuk kesiapsiagaan bersama menghadapi bencana dan pantauan Natal dan Tahun Baru.

Posko Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi didirikan di depan Kantor BPBD Kota Yogyakarta di Jalan Gambiran. Sedangkan Posko Natal dan Tahun Baru BPBD Kota Yogyakarta dibangun di Jalan Tegalturi dalam rangka keselamatan wisatawan dari bencana. Petugas BPBD Kota Yogyakarta, relawan, peralatan dan armada pendukung disiagakan di posko.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogyakarta Nur Hidayat mengatakan pendirian posko untuk koordinasi dan sebagai bentuk kesigapan bersama dalam menghadapi kebencanaan dan pantauan Natal dan Tahun Baru di Kota Yogyakarta.

Baca Juga: Hadapi Musim Hujan , Santri Dan Pelajar Dilatih Beradaptasi Dengan Bencana

Diharapkan dengan adanya posko itu, sinergi penanganan kebencanaan dapat diselesaikan secara cepat, tepat, dan akurat. BPBD Kota Yogyakarta mendapat dukungan dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) antara lain barang, peralatan dan pendirian posko.

“Dengan posko ini setidak-tidaknya juga meningkatkan kewaspadaan masyarakat, terkait ancaman bencana yang ada. Jadi harapannya masyarakat tidak hanya siap saja, tapi juga siaga seperti memantau kondisi cuaca, peralatan, dan mitigasi di wilayah,” kata  Nur Hidayat .

Keberadaan Posko Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi itu juga terkait dengan status siaga darurat bencana banjir, talud longsor dan cuaca ekstrem di Kota Yogyakarta  yang ditetapkan dalam Keputusan Wali Kota Yogyakarta nomor 452 tahun 2024. Nur menyatakan status siaga darurat bencana itu mulai 1- 31 Desember 2024 dan akan diperpanjang dengan melihat situasi dan kondisi. Penetapan status itu juga mempertimbangkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait intensitas curah hujan yang diprediksi sangat tinggi  mulai November sampai Februari 2025.

Baca Juga: Masyarakat Yang Berlibur Ke Temanggung Diminta Waspadai Cuaca Ekstrem Akhir Tahun

“Laporan dari BMKG hujan akan begitu tinggi intensitasnya dan disertai petir serta angin kencang. Tentunya dimungkinkan bisa berakibat ke berbagai kejadian bencana seperti banjir, tanah longsor, atap rumah rusak, pohon tumbang dan sebagainya, maka perlu adanya status siaga darurat,” terangnya.

Nur menyebut di bulan November sampai Desember sudah ada 54 kejadian bencana di Kota Yogyakarta seperti atap rumah rusak karena angin kencang, tanah longsor dan paling banyak pohon tumbang.

Terbaru kejadian hujan disertai petir dan angin kencang pada Kamis (26/12) sore menimbulkan dampak di beberapa lokasi di Kota Yogyakarta antara lain pohon tumbang yang menimpa kendaraan parkir, atap rumah dan akses jalan. Petugas BPBD Kota Yogyakarta bersama relawan langsung melakukan evakuasi dan asessment serta fasilitasi kebutuhan seperti terpal.

Baca Juga: Kesiapan Libur Nataru di Merak, BMKG Pastikan Informasi Cuaca Real Time

“Untuk (potensi luapan) sungai, kita sudah adakan monitoring lewat telemetri dan sudah otomatis nanti tersampaikan di Pusdalops BPBD. Setelah itu kita sampaikan lewat EWS. Kita juga sudah punya link dengan Kabupaten Sleman, sehingga monitor masalah informasi sungai sudah bisa dilaksanakan secara bagus,” papar Nur.

Masyarakat diimbau waspada dan turut memantau perubahan cuaca serta segera melaporkan jika terjadi bencana. Masyarakat dapat melaporkan ke posko melalui telp/WA di nomor 08112828911 atau bisa melalui frekuensi radio 149.700 Mhz, Duplek – 9.750 Mhz, Tone 88.5 hz. Nur menuturkan frekuensi  komunikasi radio juga ditingkatkan menjadi 3 kali sehari dari biasanya 2 kali sehari.

“Pada masa tahun baru biasanya masyarakat menumpuk di berbagai tempat melakukan aktivitas berkumpul sehingga kami mengimbau untuk tetap memperhatikan kondisi cuaca dan situasi. Mengedepankan unsur hati-hati dan penyelamatan diri. Masyarakat di wilayah seperti Kampung Tangguh Bencana (KTB) bisa siaga di wilayah,” ucapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: AB Soleh

Sumber: Pemkot Yogyakarta

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X