Jemaah Haji Jateng Berangkat , Mulai Pertama Kali Mencoba Fasilitas Fast Track Yang Lebih Hemat Waktu

photo author
AB Soleh, TitikTemu.co
- Senin, 13 Mei 2024 | 10:00 WIB
Penjabat (Pj) Gubernur Jateng, Nana Sudjana melepas keberangkatan 352 orang jemaah calon haji kelompok terbang (kloter) pertama Embarkasi Solo (Pemprov Jateng)
Penjabat (Pj) Gubernur Jateng, Nana Sudjana melepas keberangkatan 352 orang jemaah calon haji kelompok terbang (kloter) pertama Embarkasi Solo (Pemprov Jateng)

TITIKTEMU.CO,  Untuk kali pertama, seluruh jemaah calon haji yang melalui Embarkasi Solo, mendapat fasilitas fast track, yang dapat menghemat waktu proses perjalanan ibadah haji.

Fasilitas fast track, yaitu preclearance atau pemeriksaan dokumen jemaah haji oleh Keimigrasian Pemerintah Arab Saudi di Indonesia. Sebelumnya, fasilitas ini hanya dilakukan di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Jateng, Mustain Ahmad mengatakan, keberadaan fasilitas fast track ini dapat menghemat waktu jemaah dalam proses perjalananan ibadah haji.
 
“Dengan demikian, Insyaallah jemaah haji kita begitu landing di Arab Saudi, baik landing di Madinah maupun Jeddah, tidak perlu melakukan pemeriksaan imigrasi. Jemaah bisa langsung menuju ke hotel masing-masing,” katanya.
 

Fasilitas ini mulai dinikmati 352 orang jemaah calon haji kelompok terbang (kloter) pertama Embarkasi Solo, yang  dilepas Penjabat (Pj) Gubernur Jateng, Nana Sudjana di Gedung Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Minggu (12/5).

Jumlah jemaah calon haji asal Jawa Tengah yang diberangkatkan sebanyak 32.059 orang, yang terbagi dalam 100 kloter. Calon haji asal Temanggung menjadi yang pertama diberangkatkan ke Arab Saudi. Sedangkan kloter terakhir adalah jemaah asal Wonogiri, yang akan berangkat pada 10 Juni 2024.
 
 
Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki menambahkan, perbaikan layanan lainnya pada pelaksanaan ibadah haji tahun ini adalah penerbitan smart card oleh Pemerintah Arab Saudi. Smart card dibagikan kepada seluruh jemaah haji, yang memang resmi menggunakan visa haji.
 
“Mereka yang tidak punya visa haji, dipastikan tidak bisa di tanah suci pada pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Itu pasti akan mengurangi tingkat crowded di sana. Insyaallah bisa tertata dengan baik,” tuturnya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: AB Soleh

Sumber: Pemprov Jateng

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X