TITIKTEMU.CO, Jelan ramadan, Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) Pekalongan bekerja sama dengan Perum Bulog setempat mulai menggelar Operasi Pasar Murah Sembako, bagi masyarakat yang bekerja dan tinggal di sekitar Terminal Tipe A Kota Pekalongan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinperpa Kota Pekalongan, melalui Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Ani Kusumaningrum, mengungkapkan, kegiatan Operasi Pasar Murah digelar untuk menjaga harga pangan tetap stabil dan menekan inflasi daerah. Terlebih menjelang datangnya bulan ramadan yang tinggal hitungan hari.
“Harga sembako seperti beras saat ini di pasaran masih tinggi, sekitar Rp16.000 -Rp17.000. Kegiatan ini diharapkan bisa menstabilkan harga pangan dan menekan inflasi agar bahan pangan masih bisa dijangkau masyarakat,” tutur Ani.
Dijelaskan, pihaknya menyediakan 500 paket beras seberat 5 kilogram dan 500 paket sembako berisi 5 kilogram beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP), 1 kilogram gula pasir, dan 1 liter minyak goreng. Setiap paket dapat dibeli warga yang memiliki kupon khusus.
Baca Juga: Awal Ramadan 2024 Kapan? Ini Versi Muhammadiyah, NU dan Pemerintah
Ditambahkan, setiap paket beras SPHP lima kilogram dijual dengan harga Rp51.500, sedangkan paket sembako dijual seharga Rp83.000.
Selain Operasi Pasar Murah, imbuhnya, pihaknya akan terus menggelar Gerakan Pangan Murah, terlebih jelang ramadan.
“Kemungkinan dua minggu lagi, kami adakan sebelum puasa dan sebelum lebaran. Terkait lokasi-lokasinya masih dirapatkan dengan jajaran pemkot, bulog, dan instansi terkait lainnya,” bebernya.
Salah satu masyarakat yang ikut antre, Dyah, mengaku rela antre sejak pagi untuk mendapatkan sembako, dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan di pasaran.
“Sangat membantu adanya pasar murah ini karena di luaran harga beras per kilogramnya saja sudah sekitar Rp16.500. (Paket) yang dijual di sini dengan uang Rp83.000 sudah dapat tiga item bahan pangan,” ujarnya.
Artikel Terkait
TOK, RESMI! Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadan 1445 Hijriah 11 Maret 2024. Yuuk Segera Lunasi Hutang Puasamu
Meski Baru Akan 2 Minggu Puasa, Warga Suryatmajan Gelar Ruwahan Untuk Menyambut Ramadan 1445 H
Awal Ramadan 2024 Kapan? Ini Versi Muhammadiyah, NU dan Pemerintah