Mereka pun mulai sibuk memasak, ada yang sambil bercanda ada yang serius juga bekerja samanya. Kelompok Ava memilih untuk memasak sup sayur.
Semua kelompok di wajibkan masak dengan bahan yang apa adanya di sana tidak boleh melihat google atau pencarian untuk masak lainnya, benar-benar harus dari kerja sama mereka dan hasil masakan murni.
“Eh pintar ini potongnya yang benar,”ucap Sigit heboh sendiri.
“Kaga ngapa git, kaga salah ini bagus wortelnya. Liat kotak bentuknya kreatif.”ujar Reza sambil memotong wortel dengan bentuk kotak-kotak abstrak.
Semuanya sudah kebagian tugas sendiri-sendiri. Alvin bagian bawang dan kentang, Sigit daun sop dan daung bawang, kalo perempuan bagian bumbu dan memasak sesekali membantu laki-laki juga.
“Eh ini bagus kentangnya digambar lope.”ujar Alvin.
“Iya terserah, bebas.”jawab Ava santai.
Abstrak. Itulah sup masakan mereka sekarang yang di masak penuh percaya diri dan tanpa ragu, yang penting masak dengan ikhlas dan senang lalu selesai.
“Tambahin brokolinya Va,”ucap Bella.
“Masukin-masukin semua.”
Potongan-potongan sayuran abstrak pun mulai terlihat mendidih dengan air yang sudah di rebus layaknya sebuah sayur yang tidak bisa dimakan tapi mereka tidak peduli yang penting mereka memasak dengan sepenuh jiwa, batin, dan juga raga.
“Nggak masukin saos tomat?”tawar Sigit.
“Ga! sakit lo ya.”protes Nadia.
Lalu ava pun mulai memasuki setengah sendok micin, satu sendok garam halus dan merica. Ava berharap rasanya enak dan tidak buruk.
Jadi kalian bisa bayangkan bagaimana sup buatan kelompok ava?
“Sudah jadi!”ucap mereka semangat.
“Oke semua kelompok harap berhenti. Waktu kalian memasak sudah habis nanti setiap kelompok di panggil dan bawa hasil masakan kalian.”ucap Salah satu anggota OSIS.
Dan mulailah kelompok-kelompok di panggil bermacam-macam keadaannya dan komentarnya. Benar benar pagi yang seru sekali bagi peserta MOS.
Dan akhinya yang ditunggu-tunggu. Kelompok Ava terpanggil.
“Kelompok lima.”
Dengan percaya diri kelompok lima maju dengan sup sayur abstrak buatan mereka.
Para OSIS menengguk ludah saat melihat masakan kelompok lima.
“Kenapa kak? Jangan diliatin doang nanti suka lho.”ujar Sigit bergurau.
“Kalian yakin dengan sup kalian?”tanya Salah satu anggota OSIS sebagai jurinya.
“YAKIN SERATUS PERSEN PLES-PLES!”jawab mereka bersamaan.
Dengan rasa ragu juri pun menyicipi masakan mereka. Saat satu persatu juri itu mencoba muka mereka langsung berubah dan.
“Huekk,”muntah para juri bersamaan.
“Nggak karuan ini rasanya!”komentar mereka.
Ava dan teman teman pun saling menatap bingung seburuk itukan masakan mereka?
“Enak kan kak?”tanya Ava ragu.
“Rasain sendiri, cicip.”ujar mereka sinis.
Ava, Bella, Nadia, Sigit, Reza dan Alvin pun menurut mencicipi masakan mereka sendiri tanpa rasa ragu.
“Apaan ini rasanya SEMBEREWER!”komentar Alvin.
“Ini mah nggak pantes di makan meninggal orang kalo makan ini!”ucap Reza.
“Enak banget anjir perut gue langsung geter-geter karena mules. Ini sapa yang masak tolong.”ucap Sigit.
“Asin banget gila mau kawin kali ya!”ucap Nadia dengan muka keasinan.
“Rasanya, kayak rasa yang pernah ada.”celetuk Bella.
“Ternistai lidah Ava!”ucap Ava.
Semua anggota OSIS menatap mereka tajam dan sinis. Marah.
“Maaf kak..kita nggak tau kalo rasanya bisa separah ini nggak layak di makan kita nggak bisa masak,”ujar Ava angkat suara.
“Dasar anak mami dalam hal memasak saja kalian payah!”cibir salah satu OSIS di sana. “Malu-maluin aja.”tambah temannya. Mereka hanya bisa menunduk bersalah kecuali yang cowok mereka kesal karena dikatain anak mami.
“Maaf kak.”ujar Bella dan Nadia bareng.
“Sudahlah nggak guna sana balik ke barisan. Belajar masak pr buat kelompok lima!” “Sekali lagi kami minta maaf.”ujar Alvin.
“BALIK!!”sentak Tita anggota osis.
Ava dan teman teman pun langsung buru-buru balik dengan perasaan malu sekaligus dongkol dalam hati, terimana nasib saja mereka hari ini.
“Sial-sial.”gerutu Nadia.
“Nggak papa santai aja. Yang penting udah berusaha.”ujar Sigit memberi ketenangan.
“Jadiin ini pengalam baru,santuy..”tambah Reza.
“Makasih ya kerja samanya, senang bisa kenal kalian. Pulang dari sini gue harus belajar masak.”ucap Ava.
“Iya sama-sama. Gue juga mau belajar masak.”
Artikel Terkait
Cara Memasak Opor Ayam yang Simple, Resep Rudy Choirudin
Resep Ayam Goreng Bawang, simple, dan mudah memasaknya. Tapi tetap enak.
URBAN&COSTYLE: 5 Outfit Kondangan Simple dan Casual
Cerita Bersambung: Surgamu Menyiksaku By. Sinar Cinta Part 13 (TAMAT)
Inspirasi Melankolis.....! G E M I N T A N G prilyrm episode : 35 BALADA BUMIL ( TAMAT)
Cerita bahasa Jawa: TRESNA TAN MUSNA (Christiningsih Ny) Episode 6 - Cuthêl. TAMAT
Cerbung: BUNGA MERAH JAMBU -- 52 By Masdaraimunda (TAMAT)