Sewaktu menjadi Kepala SMK N 10 Semarang, dia terpaksa harus memulangkan kembali beberapa siswa ke orangtuanya, karena melanggar aturan yang sudah ditetapkan sekolah.
“Yaitu berkelahi atau tawuran, memakai narkoba dan berbuat kriminal,”ungkapnya, yang dikenal tegas dan disiplin dalam memimpin sekolah ini.
Guru yang berprestasi di tingkat nasional ini memimpin SMK N 10 Semarang sejak tahun 2020. Menurutnya, sekolah yang dipimpinnya menjadi Center Of Excellence (COE) atau pusat keunggulan bagi SMK yang mampu menginspirasi, membantu dan melatih SMK untuk meningkatkan mutu pendidikan. Semboyan sekolah ini yaitu “Ukir Prestasi Tiada Henti”, untuk menyemangati para siswa dan guru, mencapai hasil maksimal di semua kegiatan yang dilakukan.
Bambang Sujatmiko juga sebagai merintis pendirian MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) TMO (Teknik Mekanik Otomotif) sebagai asosiasi atau himpunan guru, yang memegang peranan strategis untuk meningkatkan dan memperkuat kompetensi guru melalui diskusi dan pelatihan. Peran utamanya adalah memfasilitasi guru dalam bidang studi yang sama dalam bertukar pendapat dan pengalaman.
Kemakmuran dan kesejahteraan agaknya sudah diterima dirinya bersama keluarga. Apa lagi yang akan dilakukannya di masa depan?
“Saya akan membaktikan diri saya untuk masyarakat,” ungkapnya***