Baca Juga: Panglima TNI: Profesionalisme dan Pengabdian TNI Bukti Kesetiaan Untuk NKRI
Setelah berusaha mencari kerja dan belum mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan jurusan kuliahnya, di tahun 2016 ayahnya menyarankan untuk mendaftar diri masuk Akademi Militer (Akmil).
Hani pun tak keberatan karena memang dia terlahir di keluarga TNI. Saat ada pendaftaran Pendidikan Pertama Perwira (Dikpama) PK sebagai jalur masuk TNI dengan ijazah sarjana. Dia pun mengikuti seleksi.
Sebenarnya Hani saat itu juga mengikuti seleksi KPK dan juga mendaftarkan Seleksi Pendidikan Pertama Perwira (Dikpama) PK.
”Tak hanya itu, saat itu saya juga mengikuti seleksi KPK. Jadi menunggu hasil dari berbagai tahapan seleksi keduanya ini. Karena kebetulan saya lolos keduanya,” ujarnya.
Baca Juga: Empat Petempur di Yaman Tewas Setelah Bentrok dengan Pasukan Separatis
Akan tetapi akhirnya dia lebih memilih melanjutkan mengikuti seleksi menjadi anggota TNI daaripada seleksi KPK, walaupun Hani lulus seleksi keduanya.
Berbagai persiapan dilakukan, terlebih fisik. Sebelum tes jasmani, ia melakukan berbagai latihan. Antara lain lari, push up, sit up, chinning, shuttle run, hingga renang 50 meter gaya dada.
Pemeriksaan kesehatan juga dilakukan, seperti proporsional badan, kaki, cek THT, gigi, hingga darah dan jantung.
Setelah memenuhi segala persyaratan tersebut, akhirnya pada Desember penyeleksian TNI masuk final dan ia dinyatakan lolos.
Tanpa berpikir panjang, Hani langsung tegas mengambil keputusan untuk memilih menjadi bagian dari TNI. Sedangkan ia harus merelakan KPK, karena KPK keputusan finalnya di bulan Januari 2017.
Setelah menjalani pendidikan Akademi Militer selama tujuh bulan. Lettu Hani di tugaskan di Hubdam XII Tanjungpura Jabatan Perwira Urusan Latihan.
Baca Juga: Temukan Kotak Hitam Pesawat Sriwijaya Air SJ 182, Basarnas Terima Penghargaan KNKT
Sejak menjadi anggota TNI, ini mulai mengembangkan bela diri menjadi Yong Moodo. Selama dua bulan berlatih, Hani mendapatkan kepercayaan dari Pangdam XII Tanjungpura untuk mengikuti Kejurnas Yong Moodo.
”Saat itu benar-benar ekstra latihannya. Apalagi tendangan, saya latihan sekitar tiga pekan dan untuk teknik banting saya berlatih satu bulan,” ujar alumni SMAN 1 Purwodadi ini.