sosok

Dari Luar Jeruji Penjara, Anggota Polres Kolaka Utara Ini Rutin Mengajar Ngaji Bagi Para Tahanan

Kamis, 23 September 2021 | 15:35 WIB
Aipda Ismail Tamrin, Anggota Polres Kolaka Utara Rutin Mengajar Ngaji Bagi Para Tahanan ( Foto : tangkapan video IG@poldasultra_official)

 

TITIKTEMU.CO – KOLAKA UTARA -  Lantunan ayat suci Alqur’an terdengar dari balik ruang tahanan Mapolres Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara. Dari balik jeruji, sejumlah tahanan terlihat duduk bersila menghadap ke luar. Sementara dari luar pintu jeruji, nampak sesosok pria juga duduk bersila menghadap ke ruang tahanan.

Itulah aktifitas, di ruang tahanan Mapolres Kolaka Utara. Personel Sat Binmas Polres Kolaka Utara ini, menjadi guru ngaji para tahanan.

Baca Juga: Tak Sadarkan Diri, Tukul Arwana Dilarikan ke Rumah Sakit Karena Pendarahan Otak

“Personel Sat Binmas Polres Kolaka Utara, Aipda H. Ismail Tamrin SH, meluangkan waktunya untuk mengajar ngaji para tahanan dari berbagai kasus di Rutan Polres Kolaka Utara.” Tulis akun IG @poldasultra_official, dalam caption video kegiatan ngaji tahanan, yang diposting baru-baru ini.

Dijelaskan dalam akun resmi Polda Sultra, Aipda ismail melakukan kegiatan tersebut selama 2 kali dalam seminggu sehabis apel pagi.  Tak hanya memberikan ceramah.  Ia juga mengajarkan ilmu tajwid, qiroat serta bacaan dalam shalat.

Baca Juga: Polisi Tangkap Empat Kawanan Begal Sadis, Dua Dilumpuhkan Petugas.

“Dari kebiasaannya itu, tak sedikit para tahanan yang bisa mengaji, serta hafal surat-surat dalam Al Qur’an, terutama tahanan lansia.” Tulis akun tersebut.

Selama mengajar ngaji, Aipda Ismail mengaku banyak hikmah yang diperoleh baik suka maupun dukanya. Terlebih para tahanan peserta ngaji, memiliki karakter dan latar belakang (kasus) yang berbeda-beda.

“ menghadapi mereka (para tahanan) kita harus ekstra bersabar,” katanya.

Baca Juga: Refleksi HUT ke-66: Polantas Etalase Polri di Masyarakat!

Aipda Ismail berharap, dengan kegiatan ngaji tersebut, mampu menggugah hati para tahanan sehingga mereka mau berubah. Meski waktu penahanan di Mapolres cukup singkat, dia berharap cukup untuk menyadarkan para tahanan atas kesalahan yang diperbuat, sehingga mereka tobat dan setelah keluar nantu mau mendalami ilmu agama. (ewa)

 

 

 

Halaman:

Tags

Terkini